Status di Pintu Air Manggarai Mulai Normal, Warga Diminta Tetap Waspada
ASKARA - Hujan lebat yang terjadi Sabtu malam (22/2) hingga Minggu pagi (23/2), menyebabkan sejumlah wilayah di ibukota terendam banjir.
Di Pintu Air Manggarai, intensitas ketinggian air hujan yang mengalir melalui pintu Manggarai nampak mulai menurun, Minggu siang (23/2).
Sampah yang menyangkut sudah dibersihkan dengan-alat berat pasca intensitas ketinggian air meningkat.
Kepala Pintu Air Manggarai, Adie Widodo mengatakan, curah hujan yang mencapai 225 mm menyebabkan naiknya ketinggian air di pintu air Manggarai hingga mencapai 895 cm. Saat itu, kenaikan status siaga yang sebelumnya siaga 4 menjadi siaga 2.
"Terjadi akumulasi di pintu air Manggarai mencapai 895 cm, kita naik dari siaga 4 langsung ke siaga 2 pada pukul 02.00 WIB dini hari," ujarnya.
Namun pada pukul 09.00 WIB, ketinggian di pintu air Manggarai berangsut-angsur mengalami penurunan, hingga 795 cm atau kini berada di status siaga 3.
"Untuk saat ini 795 siaga 3, berarti kita sudah mengalami penurunan sekitar 70 cm," kata dia.
Sementara itu, tiga pintu banjir kanal saat ini dalam keadaan terbuka, guna meneruskan kumpulan air di atas normal tersebut dari hulu ke hilir.
"Nah, nanti ketika laut mengalami penurunan mungkin biasanya pada pukul 01.00 WIB dini hari kita akan menambah bukaan pintu yang menuju ke arah Ciliwung kota yang nanti ke hilir atau bermuara di pintu air Marina," tuturnya.
Adie mengingatkan, meskipun saat ini status siaga ketinggian air mulai kembali normal namun harus tetap diwaspadai.
"Segala sesuatu kemungkinan-kemungkinan semua bisa terjadi, tergantung intensitas hujan yang akan turun nantinya di Jakarta maupun di hulu," imbuhnya.
Pihaknya mengimbau, masyarakat Jakarta tetap waspada dan bersiap mengantisipasi terjadinya banjir atau tingginya muka air.
"Sebab dapat menimbulkan kerugian-kerugian yang sangat besar (jika tidak waspada), ya selama musim penghujan seluruh warga yang ada di district atau zona lawan banjir agar tetap meningkatkan tingkat kewaspadaan," tandasnya.

Komentar