Kamis, 04 Juni 2026 | 09:43
LIFESTYLE

Cegah dan Atasi Alergi pada Kulit

Cegah dan Atasi Alergi pada Kulit
Ilustrasi alergi pada kulit (Hellosehat)

ASKARA - Alergi merupakan reaksi abnormal dari sistem imun saat melawan zat asing yang pada dasarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Reaksi alergi dapat memunculkan beragam gejala bagi beberapa orang seperti kesulitan bernapas, batuk, mata gatal berair, dan hidung beringus. 

Masalah pada kulit juga bisa terjadi akibat alergi yang kambuh. Reaksi alergi pada kulit bisa kambuh disebabkan karena infeksi, paparan zat kimia, obat-obatan, reaksi makanan dan bahkan debu. 

Setiap orang mungkin memiliki jenis alergi yang berbeda dan memunculkan reaksi yang berbeda pula. Namun pada umumnya, gejala alergi akan memengaruhi kondisi kulit. Gejala reaksi alergi ringan pada kulit biasanya berupa ruam kemerahan. 

Alergi juga dapat memicu beragam masalah pada kulit seperti;

Dermatitis
Adalah peradangan yang membuat kulit memunculkan ruam merah yang terasa gatal dan bersisik. Dermatitis juga dapat membuat kulit mengering. Pada kondisi serius, dermatitis bisa membuat kulit melepuh, mengeluarkan cairan, dan mengelupas.

Gejala dermatitis paling sering dipicu reaksi alergi akibat obat, makanan, dan paparan zat iritan pada kulit. Risiko memunculkan reaksi alergi berupa dermatitis juga dapat lebih tinggi jika memiliki riwayat eksim dan/atau asma dalam keluarga.

Dermatitis kontak atau eksim
Adalah kondisi kulit kronis yang biasanya dimulai pada masa bayi atau anak usia dini. Gejala eksim sering dikaitkan dengan alergi makanan, rhinitis alergi, dan asma. Pemicu potensial lainnya termasuk bulu binatang, tungau debu atau kontak dengan zat iritan seperti wol, parfum, sabun, lateks atau nikel. Selain karena alergen, eksim pada anak-anak juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri staph pada kulit.

Gejala eksim alergi secara umum seperti gatal-gatal, rasa terbakar, sakit, atau perih pada bagian kulit yang terdampak, ruam kemerahan yang bisa terlihat lembap, kering, atau berkerak, kulit terasa hangat atau panas, dan nyeri, kulit kering kemerahan dan kasar atau menebal, benjolan merah pada kulit yang dapat bernanah atau berkerak.

Urtikaria atau biduran
Gejala alergi yang paling khas muncul pada kulit. Biduran ditandai dengan kemunculan bentol-bentol merah yang menonjol dan terasa gatal. Bentol biduran dapat meuncul terfokus pada satu bagian tubuh tertentu atau menyebar ke area yang lebih besar.

Biduran biasanya muncul akibat reaksi alergi terhadap makanan, tungau debu, gigitan serangga, suhu dingin, bulu hewan, atau lateks. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin ke aliran darah di bawah kulit. Histamin adalah zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel di dalam tubuh untuk memicu peradangan dan sensasi gatal.

Angiodema
Adalah pembengkakan kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi. Kondisi ini mirip dengan biduran, bedanya gejala biduran tampak jelas pada permukaan kulit dan menyebabkan gatal. Angioedema menyebabkan pembengkakan di bawah lapisan kulit yang lebih dalam dan tidak memunculkan kemerahan atau gatal. Pembengkakan akibat angioedema juga dapat memengaruhi jaringan mukosa. Angioedema paling sering menyebabkan bengkak pada kelopak mata, bibir, lidah, tangan dan kaki.

Angioedema disebut akut jika kondisinya hanya berlangsung singkat dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Angioedema akut umumnya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan. Bengkak akibat angioedema dapat disertai biduran dan tidak. Pada sebagian kasus, angioedema pada kulit akibat alergi dapat muncul sendiri tanpa disertai gatal.

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan alergi namun pencegahan dan perawatan diri yang tepat dapat membantu mengatasi gejala yang muncul sekaligus menghindari risiko kekambuhan. 

Adapun, beberapa cara bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi gejala alergi seperti hindari pemicu alergi, jaga kelembapan kulit dan hindari produk perawatan tubuh yang berbahan keras atau membuat kulit gampang kering, gunakan krim hidrokortison, obat oles atau losion calamin untuk mengatasi iritasi dan gatal, minum obat antihistamin untuk mengobati gejala alergi yang kambuh, kompres dingin di area kulit yang gatal atau berendam air dingin untuk menyejukkan kulit yang gatal, suntik epinefrin jika mengalami syok anafilaksis dan segera pergi ke unit gawat darurat. (dbs/why)

Komentar