Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:34
TRAVELLING

West Lagoon, Wisata Alam di Tengah Jogja

West Lagoon, Wisata Alam di Tengah Jogja
West Lagoon Jogja (tabloidwisata)

ASKARA - West Lagoon Jogja merupakan salah satu tempat wisata baru yang terletak di Yogyakarta. Objek wisata ini menyajikan pemandangan alam khas pedesaan yang masih sangat alami dan dihiasi jernihnya aliran Sungai Bedok. Lokasinya yang berada di tengah Yogyakarta membuat salah satu wisata susur sungai ini menjadi kian populer. 

West Lagoon menjadi salah satu destinasi wajib para wisatawan saat mengunjungi Yogyakarta. Objek wisata ini menyediakan beberapa destinasi wisata dalam satu kawasan yaitu wisata edukasi, kopi klotok, dan juga Wisata susur sungai. Selain pemandanganya yang menarik para pengunjung akan mendapatkan berbagai macam pengalaman yang sangat berkesan dan tidak bisa mereka dapatkan di tempat lain.

Sungai Bedok dipercaya terbentuk karena adanya seekor naga yang melanggar perintah gurunya hingga akhirnya dikutuk menjadi Sungai West Lagoon. Versi lain mengatakan bahwa sungai ini menjadi jalan dari Nyi Roro Kidul untuk menuju ke Gunung Merapi dari Pantai Selatan.

West Lagoon terletak di Desa Mlangi, Kelurahan Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Untuk menuju ke tempat ini bisa melewati Ringroad Utara menuju Ringroad Barat. Setelah tiba di Nogotirto yang terletak di Ringroad Barat carilah gapura yang bertuliskan Desa Mlangi atau gang menuju Makam Mbah Nur Iman atau gang yang menuju Masjid Pathok Negoro. Ikuti arah tersebut sampai tiba di jalan beraspal yang lebih besar kemudian belok kiri dan tibalah di aliran Sungai West Lagoon.

Saat tiba di tempat ini, pertama-tama pemandu akan mengajak untuk menguji adrenalin dengan meluncur dari atas bendungan ke sungai. Dilanjutkan dengan menyusuri aliran Sungai Bedok sepanjang kurang lebih 750 meter. Tak kalah dengan wisata susur sungai Goa Pindul, pemandangan yang disajikan oleh West Lagoon juga masih sangat alami dan menarik.

Selain itu para pengunjung juga akan dijelaskan bagaimana cara membudidayakan lobster dengan baik, baik lobster hias maupun lobster untuk konsumsi. Pengunjung diajari cara memegang lobster yang benar agar tidak terkena capitnya, cara merajut jaring dengan berbagai macam bentuk dan jenis.

Para pengunjung West Lagoon bisa menikmati beberapa spot yang sangat indah untuk berfoto, jadi jangan lupa siapkan kamera agar tidak satupun momen terlewatkan. Jika pengunjung ingin berganti baju atau buang air, mereka bisa menemukan beberapa kamar mandi yang sudah disediakan oleh pengelola, jadi tidak perlu bingung. Pengunjung juga bisa melepas lelah di tempat duduk yang sudah disediakan dengan ditemani indahnya pemandangan desa.

Terakhir tinggal menikmati kopi klotok dan beberapa makanan khas pedesaan. Sebenarnya bahan untuk membuat kopi klotok sama dengan kopi pada umumnya namun yang membedakan adalah proses pembuatannya. Dalam pembuatannya, kopi biasa langsung diseduh dengan air panas sedangkan pada kopi klotok bubuk kopi terlebih dahulu direbus bersama dengan air. Oleh sebab itu aroma dan cita rasa kopi klotok berbeda dan terasa lebih nikmat.

Untuk menikmati indahnya West Lagoon, pengunjung bisa datang ke tempat ini setiap hari dari pagi hingga sore hari tergantung dari cuaca dan keadaan air. Untuk menyusuri sungai, pengunjung harus membayar Rp 75.000 per orang sudah dilengkapi dengan fasilitas ban, jaket pelampung, pemandu yang sudah berpengalaman, makanan, dan kopi klotok. Juga bisa membayar Rp 25.000 namun hanya mendapat jaket pelampung dan ban saja. (tabloidwisata/why)

Komentar