Senin, 08 Juni 2026 | 13:15
COMMUNITY

Atchiko, Hewan Korban Penggusuran yang Dibantu Feed Not Bomb

Atchiko, Hewan Korban Penggusuran yang Dibantu Feed Not Bomb
Penggalangan donasi untuk Atchiko (Instagram @FeedNotBomb)

ASKARA - Perjalanan Feed Not Bomb sebagai gerakan penolong hewan liar dan terlantar sejak awal Januari 2020 menyimpan sejumlah cerita haru di dalamnya. 

Citra Referandum yang merupakan bagian dari Feed Not Bomb menceritakan, berdirinya gerakan ini dari rasa prihatin kepada hewan-hewan yang terlantar seperti kucing dan anjing pasca banjir pada awal tahun lalu. 

Mereka bergerak berkeliling Jakarta dan memberikan pakan kepada hewan-hewan tersebut. Saat itu hewan yang ditemukan di jalanan ada yang dalam kondisi kurus tak terurus, sakit, bahkan juga ada yang mati. 

Seiring perjalanan, Feed Not Bomb terus melakukan aksi kepedulian untuk memberikan makanan bagi hewan-hewan terlantar. Sejumlah kisah haru dalam upaya menyelamatkan hidup hewan-hewan terlantar yang sakit turut menjadi motivasi gerakan ini untuk tetap ada. 

"Waktu itu pada tanggal 5 Januari kita menemukan kucing di daerah Mampang, itu kompleks besar kita temukan kucing yang jalannya terseret-seret. Saat kita lihat ternyata kakinya diikat karet," kata Citra saat berbincang dengan Askara, Sabtu (15/2). 

Kondisi kucing yang diikat dengan karet itu hingga nampak daging dan tulang kakinya. Tak kuasa menahan prihatin, Feed Not Bomb membawa kucing tersebut untuk disembuhkan.  

"Ini kan bentuk kekerasan terhadap hewan, itu salah satu yang membuat kita makin gelisah. Dan akhirnya yang kita lakukan kita ramai-ramai untuk bawa ke dokter hewan ke daerah Tebet," papar Citra. 

Urunan dana pun dilakukan sesama anggota Feed Not Bomb untuk membantu penyembuhan kucing. Saat ini sang kucing telah sehat dan diadopsi oleh salah satu anggota. 

"Sampai hari ini kucing itu sehat, dinamai Garang sama teman yang mengadopsi," ujar Citra. 

Tak hanya kucing, Feed Not Bomb juga pernah menemukan seekor anjing dalam kondisi sangat memprihatinka. Ternyata anjing itu memiliki majikan yang dianggap tidak mampu mengurus dan kemudian membuangnya begitu saja.

"Waktu kita kasih makan anjing itu nangis, gemeteran dia ada di depan orang dekat tong sampah. Dan ternyata ada orangnya (majikan) waktu ditemui dia mengiyakan anjing itu miliknya, dia ngeles kalau anjingnya susah makan tapi kita tahu bahwa anjing ini butuh makan," papar Citra. 

"Kita mau menunjukkan bahwa kita bukan gerakan yang cuma lewat tapi juga memberikan makan buat anjingnya. Jadi seharusnya juga memperlakukan anjing ini dengan layak sebagaimana makhluk yang bernyawa," lanjutnya. 

Feed Not Bomb juga tengah melakukan penggalangan dana untuk seekor anjing bernama Atchiko yang merupakan korban terdampak penggusuran paksa di Taman Sari, Bandung. Atchiko menjadi tanda bahwa yang harus dipedulikan tidak hanya manusia ataupun properti. 

"Feed Not Bomb berpikir bahwa kita perlu sekali bersuara untuk si hewan-hewannya juga. Akhirnya ada beberapa hewan di Taman Sari yang jadi korban penggusuran kucing maupun beberapa anjing," kata Citra. 

Kemudian Atchiko pun dibawa ke Jakarta bersama dengan pemiliknya untuk bertemu Feed Not Bomb. Gerakan ini pun memutuskan untuk meramaikan jagat publik dengan mengangkat isu terlantarnya Atchiko yang diharapkan mampu membuat pemerintah lebih peduli pada hewan terlantar, terutama yang juga menjadi korban penggusuran. 

"Ini penting diangkat supaya orang-orang tahu, supaya pemerintah tahu bahwa mereka sudah menggusur warga dan hewan, membuat mereka luntang lantung," ujar Citra.

Usaha Feed Not Bomb membuahkan hasil. Masyarakat berempati kepada Atchiko bahkan menyuarakan kegelisahan nasib sang anjing termasuk juga warga yang terdampak penggusuran tersebut. Terlebih, pada saat penggusuran Atchiko pernah terlindas kendaraan berat. 

"Kita berpikir karena Atchiko dan pemiliknya homeless saya pikir dia butuh makan dan berobat yang akhirnya secara gerakan kita urunan buat bahan-bahan. Kita bikin aksesoris pin dan gantungan kunci, kita jual di sosial media," jelasnya.

Hingga saat ini penggalangan dana untuk Atchiko juga masih berlangsung, sejumlah pin dan gantungan kunci juga sudah banyak terjual. Rencananya pekan depan donasi yang berhasil dikumpulkan akan diserahkan kepada pengasuh Atchiko. 

Feed Not Bomb sendiri telah diikuti oleh seribuan orang yang masing-masing terbagi di 20 titik wilayah seperti Bandung, Bogor, Cirebon, Yogyakarta, Jambi, Makassar, Semarang, Pontianak. Untuk mengetahui lebih lanjut soal gerakan ini bisa langsung mengunjungi akun Instagram di @FeedNotBomb. 

Gerakan tebar pakan juga terus dilakukan seluruh pengikut Feed Not Bomb setiap hari. Adapun, dua kegiatan besar telah dilakukan seperti pada 9 Februari lalu. Mereka melakukan tebar pakan serentak di seluruh Feed Not Bomb di 16 titik wilayah se-Indonesia yang diikuti sebanyak sekitar 100 orang. 

Tebar pakan dilakukan dilokasi-lokasi yang mayoritas terdapat hewan-hewan terlantar seperti di perumahan, pasar, taman dan lainnya. 

Terbentuknya Feed Not Bomb juga sangat bersinggungan dengan kesejahteraan hewan yang dinilai mereka masing kurang diperhatikan. Padahal, kesejahteraan hewan secara telah diatur dalam UU Peternakan dan Kesejahtaeraan Hewan, di mana pemerintah dan juga masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kesejahteraan hewan itu. 

"Jadi nilainya kesejahteraan hewan karena Feed Not Bomb tumbuh di wilayah perkotaan di Jakarta, Semarang, Jambi bahkan sampai Gowa, Makassar. Teman-teman akhirnya aksi ini untuk mempengaruhi orang lain yang kita temui di jalanan supaya juga turut bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan hewan," papar Citra.

Komentar