Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:01
NEWS

Jadi Sirkuit Formula E, Batu Alam Monas Bakal Dilapis Aspal

Jadi Sirkuit Formula E, Batu Alam Monas Bakal Dilapis Aspal
Diskusi membahas Formula E (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Kompetisi Formula E 2020 menggunakan Kawasan Medan Merdeka termasuk Monumen Nasional sebagai sirkuit. 

Dengan demikian sebagian kawasan cagar budaya akan diubah, salah satunya pelataran batu alam atau cobblestone di Monas. 

Pihak Jakarta Propertindo (Jakpro) memiliki dua pilihan, pertama pelapisan sebagian cobblestone dengan aspal atau membongkar semua cobblestone lalu diganti aspal baru secara permanen. 

Dari sisi efektivitas pengerjaan, pelapisan lebih mudah dan cepat, sementara untuk pembongkaran butuh waktu lebih lama. 

"Saat ini pilihan kami adalah pelapisan sebagian cobblestone, tepatnya di area-area di mana jalur trek, tribun, pit, dan paddock berada," ujar Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto dalam diskusi di Cikini, Jumat (14/2).

Teknologi yang sudah maju membuat lapisan aspal sementara itu bisa segera dilepas setelah balapan Formula E selesai digelar. Sehingga cobblestone akan kembali seperti semula.

Jakpro juga masih melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait mengenai penanganan cobblestone di kawasan cagar budaya tersebut. 

"Kita akan diskusikan dengan pihak terkait, termasuk ke Komisi Pengarah Pembangunan Medan Merdeka. Kita akan minta rekomendasi apakah permanen atau tidak," ucap Dwi.

Meski secara pribadi dirinya menginginkan agar pelapisan batu alam dengan aspal tersebut dapat bersifat tahan lama. 

"Saya pribadi ya sudah dipermanenkan saja, jangan dikelupas lagi. Seharusnya memang begitu," katanya. 

Menurutnya, pelapisan dengan aspal secara tetap itu tidak akan membuat banjir. Karena permukaan tempat batu alam di Monas itu memang bukan lokasi resapan air.

Selain itu, membuat kawasan tersebut ramah terhadap kaum difabel. Mengingat selama ini, kaum difabel kesulitan berjalan di atas batu alam tersebut.

"Ini artinya kontribusi kita juga kalau misalnya nanti tidak dikelupas. Ini untuk fasilitas teman-teman kita yang difabel untuk menikmati Monas dengan lebih nyaman," tutur Dwi. 

Pelaksanaan balap mobil listrik akan berlangsung pada 6 Juni. Pembuatan sirkuit Monas dengan panjang 2.588 kilometer berputar searah jarum jam dan memiliki 12 tikungan. Untuk durasi balapan adalah 45 menit + 1 lap. Jadi total sekitar 47 menit. 

Terdapat 24 pembalap dari 12 tim yang berasal dari 13 negara.

Komentar