Menikmati Wisata Belanja di Pasar Apung Kuin
ASKARA: Banjarmasin dikenal dengan salah satu wisata ikoniknya, pasar terapung atau pasar apung. Rasanya tak lengkap jika tak sempat mampir ke sana.
Ada tiga pasar terapung di kota berjulukan Seribu Sungai itu. Yakni, Pasar Terapung Kuin, Pasar Terapung Lokba Intan dan terbaru adalah Pasar Terapung Siring Sungai Martapura.
Pasar Terapung Kuin terletak di muara sungai Barito, kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Di sini aktivitas pasar dengan menggunakan sarana transportasi jukung (perahu), berbeda dengan pasar tradisional biasanya berada di daratan atau di tengah-tengah penduduk suatu kota.
Pasar yang hanya beroperasi sejak pukul 06.30 sampai 08.00 WITA ini mengharuskan pengunjung bangun lebih awal untuk menikmati sensasi belanja di atas perahu.
Minggu 9 Februari 2020, waktu masih menunjukkan pukul 5.30 WITA ketika tim Humas Hari Pers Nasional (HPN) 2020 tiba di dermaga di daerah Kuin. tampak sudah ramai dipadati pengunjung. Kebanyakan yang datang adalah para peserta HPN, jika ditebak dari logo pada kaos yang mereka kenakan.
Dari dermaga itu, rombongan harus menyewa perahu klotok seharga Rp 350 ribu, yang bisa memuat 15-20 orang. Perjalanan menuju kawasan pasar apung ditempuh selama berkisar 45 menit.
Klotok merupakan perahu mesin diesel yang digunakan masyarakat untuk sarana transportasi air.
Perjalanan menuju hulu Sungai Barito tak membuat bosan, karena disuguhi pemandangan rumah-rumah kayu yang berdiri di atas aliran Sungai Martapura. Rumah ibadah seperti musola dan masjid juga banyak dijumpai di situ.
Matahari terbit pun menyambut gemuruh mesin diesel klotok yang bergerak menyusuri sungai Martapura. Tiba di lokasi Pasar Terapung Kuin sudah terlihat aktivitas para pedagang dengan menggunakan sampan kecil. Mereka tampak lincah mendayung sampannya. Hanya dalam hitungan detik sampan-sampan pedagang itu merapat dekat perahu-perahu klotok yang berdatangan.
Uniknya, cara pedagang itu berkomunikasi lewat pantun. Tak ayal bikin pembeli yang mendekat jadi terpukau.
Cukup beragam yang dijual mereka di atas jukung mulai dari ikan, sayur mayur, hingga buah lokal semisal nanas, kasturi dan pisang. Beberapa jukung menjajakan makanan tradisional khas Banjar di antaranya soto banjar, udang galah, udang galah goreng, nasi kuning dan nasi sop banjar. Kemudian ada wadai populer seperti bingka kentang, lam, dan kue ipau. Pilihan lainnya buat pembeli ada kain Sasirangan sampai pernak pernik cinderamata.
Sayangnya suasana pagi itu didominasi perahu klotok yang ditumpangi pengunjung dibandingkan jukung. Konon hal ini lantaran banyak pengunjung lebih memilih datang ke pasar terapung buatan Pemkot yang terletak di Menara Pandang Sungai Martapura.

Komentar