Minggu, 21 Juni 2026 | 23:05
NEWS

Dampak Banjir Paling Parah Terjadi di Jakarta Timur

Dampak Banjir Paling Parah Terjadi di Jakarta Timur
Banjir di Jakarta Barat yang terekam kamera Askara, Sabtu (8/2).

ASKARA - Badan Nasional Penanggulangan Bencan (BNPB) mencatat sebanyak 23 kecamatan di terdampak banjir di DKI Jakarta, Sabtu (8/2). Wilayah yang paling banyak terdampak di Jakarta Timur. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo mengatakan, ketinggian air beragam di beberapa titik di wilayah terdampak, seperti di wilayah Jakarta Timur ketinggian air dari 10 hingga 170 sentimeter. 

"Kelurahan terdampak di Jakarta Timur berjumlah 20 (8 kecamatan), Jakarta Utara 9 (6 kecamatan), Jakarta Selatan 8 (5 kecamatan), Jakarta Barat 5 (2 kecamatan), dan Jakarta Pusat 3 (2 kecamatan)," ujar Agus, kemarin. 

Wilayah yang terdampak banjir paling banyak, lantaran permukiman warga yang berdekatan dengan sejumlah aliran sungai. 

"Diperparah dari luapan Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, Sungai Buaran, dan Sungai Kali Jati Kramat," jelas Agus. 

Organisasi perangkat daerah dan instantsi terkait telah melakukan upaya penanganan salah satunya dengan penggunaan pompa dari DSDA dan pompa kelurahan. 

BNPB mencatat hingga pukul 18.00 WIB, Sabtu (8/2), sebanyak 891 kepala keluarga (KK) atau 2.867 jiwa terdampak akibat banjir. 

"Jumlah jiwa terdampak paling tinggi berada di Jakarta Timur dengan 752 KK atau 2.476 jiwa," ungkapnya. 

Sedangkan Jakarta Selatan sebanyak 139 KK atau 391 jiwa. Warga mengungsi di Jakarta Timur mengungsi di 24 titik sedangkan Jakarta Selatan di 2 titik. Wilayah lainnya aman. 

"Tidak terdapat warga yang mengungsi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat," ujarnya. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah memberikan bantuan kepada warga terdampak di Jakarta Timur.  Seperti kebutuhan logistik maupun kebutuhan pokok. 

"Bantuan berupa tikar, terpal, air minum, makanan ringan, matras, selimut dan perlengkapan anak," ucap Agus. 

BNPB menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) di beberapa titik seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Bekasi. Tim berkoordinsi dengan BPBD setempat untuk mendukung penanganan darurat maupun memonitor kondisi lapangan. 

"Di samping mengirimkan personel TRC, BNPB menyiagakan 4 unit perahu karet dan dukungan logistic apabila diperlukan," tandasnya. 

Komentar