Jumat, 19 Juni 2026 | 11:24
COMMUNITY

Mengasah Daya Kritis dengan Sekolah Logika

Mengasah Daya Kritis dengan Sekolah Logika
Kelas jarak jauh Sekolah Logika

ASKARA - Sekolah logika untuk pertama kalinya dilakukan secara online atau kelas jarak jauh. Menjalin kerja sama dengan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Indonesia. 

UKM itu bernama Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya Universitas Indonesia (KSM EP UI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAIH NW), Pancor, Lombok Timur.

Pendiri Sekolah Logika Muhammad Musfi Romdoni mengatakan, materi yang disampaikan meliputi pengenalan mengenai ilmu logika dan memperkenalkan berbagai kesesatan bernalar atau bias bernalar yang kerap terjadi dalam membangun argumentasi. 

"Tidak lupa pula materi yang disampaikan dielaborasikan untuk menganalisis isu-isu politik yang saat ini tengah terjadi," ujar Musfi kepada media, Sabtu (8/2).

Kelas jarak jauh itu terselenggara di Sekretariat KSM EP UI dan Sekretariat HMI IAIH NW Pancor. Kelas yang berlangsung sepanjang kurang lebih dua jam tersebut diikuti oleh 23 peserta. 

"Kelas jarak jauh yang terselenggara ini adalah kelas pengantar dan akan diikuti oleh kelas-kelas jarak jauh selanjutnya untuk melanjutkan pembahasan materi yang telah disampaikan," jelas Musfi. 

Ketua HMI IAIH NW Pancor Zulhada Apriadi mengaku senang bisa bekerja sama dengan KSM EP UI sehingga kelas jarak jauh dapat terselenggara. 
"Akan mendukung dan menantikan kelas-kelas berikutnya untuk terselenggara," katanya. 

Senada, Ketua KSM EP UI Yudo Rahmadiansyah memandang positif kegiatan tersebut. Sekaligus mendapat pengalaman bagus untuk para peserta. 

"Ini menjadi pengalaman yang bagus karena untuk pertama kalinya menjalin kerja sama dengan organisasi yang berdomisili di Lombok," ujarnya. 

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI yang juga Pembina KSM EP UI Berly Martawardaya menyebut, terselenggaranya kelas jarak jauh adalah bukti bahwa KSM EP UI dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

"KSM adalah kawah chandradimuka yang mengasah daya kritis dan kemampuan penelitian. Serta problem solving ability mahasiswa UI lintas fakultas dalam kerangka multi disiplin," ujarnya.  

"Tentunya dengan kolaborasi semacam yang dilakukan bersama Sekolah Logika ini akan menjadi pembuktian bahwa anggota KSM dapat bermanfaat bagi masyarakat yang lebih luas," tambah Berly. 

Sekolah Logika dibentuk oleh Muhammad Musfi yang merupakan lulusan Jurusan Filsafat UI dan seorang rekannya Muaddibi Ashfiya. Pertama kali dilakukan pada 17 Januari 2019 di Universitas Gunung Rinjani.

Komentar