Banjir Cabai di Jakarta
ASKARA - Untuk meredam harga cabai agar tidak terus mengalami kenaikan, Kementerian Pertanian kembali mengguyur cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, dan sejumlah pasar induk di wilayah penyangga Jabodetabek.
Pada Rabu (5/2) sebanyak 14,3 ton cabai didatangkan dari luar Jawa. Dengan rincian 11,7 ton dari Sulawesi Selatan dan 2,6 ton dari Sumatera Barat.
Pantauan Informasi Pangan Jakarta, per Selasa (4/2), harga cabai rawit merah di beberapa pasar di ibu kota menyentuh harga Rp 80.000 ribu per kilogram dan cabai merah keriting Rp 65.000 per kilogram.
Operasi pasar pun digelar dengan tujuan untuk menekan harga cabai, sehingga diharapkan bisa segera turun.
"Tadi saya beli Rp 50.000 per kilogram. Alhamdulillah, biasanya saya beli itu Rp 85 ribu sampai 100 ribu per kilogram sudah semingguan ini," kata Tuti, salah satu pengunjung Pasar Induk Kramat Jati.
Operasi pasar cabai akan terus dilaksanakan hingga beberapa waktu ke depan, untuk mengintervensi pasar di Jabodetabek agar harga cabai dapat kembali normal.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi mengatakan bahwa pihaknya akan terus membanjiri cabai ke beberapa pasar induk yang ada di Jabodetabek. Bersamaan pula akan dilakukan Gelar Cabai Murah di wilayah-wilayah permukiman oleh Toko Tani Indonesia Centre (TTIC).
"Harapan kami dengan melakukan intervensi ke pasar induk dan gelar cabai murah di wilayah permukiman, harga cabai akan cepat turun," katanya.
Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Risfaheri mengatakan, pihaknya terus mengidentifikasi lokasi panen cabai di luar Jawa yang akan siap panen. Kemudian didatangkan ke Jakarta untuk meredam harga.
"Hingga hari ini sudah didatangkan cabai lebih dari 25 ton. Tidak hanya cabai rawit merah kami juga menambah pasokan cabai merah keriting dari Sumatera Barat untuk menekan lonjakan harga Cabai di DKI. Kita akan upayakan tiap hari minimal 10 ton akan pasok cabai ke DKI dari daerah," paparnya. (jpnn/why)

Komentar