Kamis, 18 Juni 2026 | 17:50
NEWS

Wasekjen MUI: Sosok Gus Sholah, Negarawan yang Bersahaja

Wasekjen MUI: Sosok Gus Sholah, Negarawan yang Bersahaja
Gus Sholah (Liputan6.com-Johan Tallo)

ASKARA - Sikap terpuji KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah masih membekas pada ingatan para kerabat dan sahabat. Tidak heran bila semasa hidupnya, Gus Sholah menjadi teladan masyarakat. Salah satunya sikap toleransi dan kenegarawannya.

Wasekjen MUI bidang Informasi dan Komunikasi Amirsyah Tambunan menyebut, sikap Gus Sholah sangat bersahaja. Tapi tegas terhadap sesuatu yang dianggapnya menyimpang dari prinsip-prinsip agama dan bernegara.

"Dari beberapa kali saya bertemu dengan beliau, beliau adalah kiyai bersahaja yang lemah lembut," ujar Amirsyah kepada Askara saat dihubungi, Senin (3/3).

Gus Sholah, kata Amirsyah, juga tidak segan-segan memberikan arahan, sehingga boleh dikatakan seorang yang negarawan. Tentu sikapnya tidak mengedepankan hal yang bersifat pribadi. 

"Jadi beliau seorang, kiyai, ulama, cendekia, sikap kenegarawannya lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Dari pada kepentingan kelompok atau golongan," ungkapnya. 

Ia mengenang ketika pertama kali bertemu dengan adik Presiden Indonesia keempat Gus Dur itu. Saat menjelang pemilihan presiden tahun 2014 dalam sebuah diskusi di Medan, Sumatera Utara. 

Amirsyah menceritakan, bahwa almarhum dengan tegas mengatakan sosok pemimin itu memang harus kuat tegas, dan mampu mempertahankan prinsip-prinsip kenegarawanan. 

"Jadi, saya baru pertama kali bertemu jadi langsung terasa akrab. artinya paling penting tidak melihat orangnya, tapi melihat apa yang dikatakan. Kalau dikatakan baik beliau sangat baik," kenangnya. 

Dalam pergaulan pun Gus Sholah merupakan karakter yang terbuka mau mendengar. Jika ada yang kurang disuka beliau menolaknya secara halus. 

"Selisih pendapat biasa lah. berbeda pendata yang harus saling menghormati dan menghargai. Beliau juga begitu kalau ada pendapat yang berdeda beliau menghargai," ucap Amirsyah. 

Kepergiannya meninggalkan setuju cerita pada sahabatnya. Dirinya juga merasa kehilangan atas wafatnya cucu KH Hasyim Asy'ari tersebut. "Kita kehilangan seorang tokoh disaat bangsa membutuhkan beliau," tuturnya. 

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, KH Shalahuddin Wahid atau Gus Sholah, akan dimakamkan berdekatan dengan makam kakak kandungnya, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur.

Komentar