Rabu, 17 Juni 2026 | 22:34
NEWS

Pulang ke Indonesia, WNI di Wuhan Diusulkan Lewati Masa Karantina

Pulang ke Indonesia, WNI di Wuhan Diusulkan Lewati Masa Karantina
Ilustrasi Virus Corona. (Foto Shutterstock)

ASKARA - Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) Indonesia mengusulkan warga negara Indonesia yang berada di Kota Wuhan, China dikarantina di Indonesia. Terlebih mahasiswa Indonesia sudah meminta dievakuasi. 

Ketua Presidium MER-C, Yogi Prabowo mengatakan, proses evakuasi memang tidak mudah. Indonesia harus menyiapkan tempat khusus untuk mengisolasi ratusan WNI dari Wuhan. 

Untuk pilihan tempat isolasi seperti di sebuah pulau atau di sebuah kapal laut. Diakuinya penanganan tersebut bakal lebih baik. 

"Penanganan yang terkonsentrasi di Indonesia, akan lebih baik dibandingkan penanganan yang sifatnya massal di Wuhan," ujar Yogi Prabowo dalam keterangannya, Jumat (31/1).

Ketua Tim MER-C untuk virus corona, Hadiki Habib menyatakan, siap bekerja sama dengan siapapun dan mengirimkan timnya ke Wuhan apabila diperlukan.

Mengenai usulan tersebut, evakuasi WNI dari Wuhan dilanjutkan dengan karantina di Indonesia, para WNI dapat dikohort di tempat terpisah. 

Sesuai dengan prinsip kontrol infeksi akibat droplet precaution, sampai masa inkubasi virus selesai (2-3 minggu). 

Apabila WNI masih berada di daerah wabah, maka kemungkinan terpapar lebih tinggi dan lama isolasi tidak bisa dipastikan.

"Jadi baiknya segera dipindahkan dari wilayah yang berisiko, sebagai usaha pencegahan dan penanganan," tambahnya. 

Isolasi yang dilakukan Indonesia waktunya bisa lebih terukur sambil tetap diawasi petugas kesehatan. Kepastian waktu ini akan menenangkan para WNI dan keluarganya. 

"Dibiarkan berlama-lama diisolasi di Wuhan, nanti apabila pulang ke Indonesia juga harus diisolasi kembali untuk memastikan apakah ia terinfeksi atau tidak," jelasnya.  

Selain itu, petugas kesehatan di Indonesia harus melakukan risk factor containment, mendeteksi orang-orang yang punya faktor risiko terinfeksi coronavirus.

"Melalui deteksi dan alur triase unit gawat darurat yang tepat, containtment pasien dalam observasi dapat dilakukan di ruang terpisah (single room)," terangnya. Kemudian petugas medis melakukan prosedur untuk mengkonfirmasi keluhan. 

Salah satu mahasiswa yang menumpuh pendidikan di Wuhan, Fadil mengaku ingin segera keluar dari Wuhan. Karena kondisinya sudah tidak nyaman dan mengkhawatirkan. 

"Kami ingin segera dievakuasi supaya bisa langsung ketemu sama keluarga mungkin harus melewati beberapa karantina atau sebagainya. Intinya kami ingin keluar dari Wuhan," ucap Fadil saat dikonfirmasi. 

Komentar