Banjir Masih Rendam Kabupaten Bandung, 3.882 Jiwa Mengungsi
ASKARA - Bencana banjir masih merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Banjir terjadi sejak Kamis minggu lalu dan masih berlangsung hingga saat ini, Selasa (28/1).
Terdapat enam kecamatan terdampak banjir meliputi Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ciparay.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo menyampaikan, pihaknya mencatat sebagian besar masyarakat terdampak banjir mengungsi. Data itu tercatat hingga pagi tadi pukul 05.00 WIB.
"Sebanyak 18.046 kepala keluarga atau 59.917 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian muka air rata-rata 10-200 sentimeter dan memaksa 1.454 kepala keluarga atau 3.882 jiwa mengungsi," kata Agus, Selasa (28/1).
Sejumlah orang tersebar mengungsi di sejumlah titik pada kecamatan, Kabupaten Bandung. Antara lain di Aula Desa Dayeuhkolot, Masjid Ashofia, Masjid Baitu Haq, Masjid Al-Musofa, Masjid Argadinata.
"Masjid Al-Barokah, Shelter Parunghalang, Gedung INKANAS Baleendah dan sejumlah pengungsian lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan," jelas Agus.
Kerugian materil yang ditimbulkan akibat banjir yang terjadi karena intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut meliputi 13.881 rumah, 23 Sekolah, 79 Tempat Ibadah, 18 Fasilitas Umum dan 278 hektar sawah.
"Selain itu akses Jalan Andir menuju Ketapang masih terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan," ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Agus menyatakan bahwa banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Bandung itu kerap terjadi setiap tahun. Namun ia belum memastikan banjir ini yang terparah atau tidak.
"Ini belum tahu. Ini cukup lama belum surut, infonya sudah biasa tiap tahun," tandasnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung dan tim gabungan serta dari unsur TNI/Polri terus memantau ketinggian muka air dan melakukan assesment ke lokasi kejadian.

Komentar