Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35
TRAVELLING

Mengenal Gereja Sampah, Konten Perdana Channel Youtube Wadubes RI untuk Mesir

Mengenal Gereja Sampah, Konten Perdana Channel Youtube Wadubes RI untuk Mesir
Gereja sampah dalam video Wadubes RI untuk Mesir, Muhammad Aji Surya (Youtube)

ASKARA - Wakil Duta Besar (Wadubes) Republik Indonesia untuk Kairo Mesir, Muhammad Aji Surya untuk pertama kalinya membuat sebuah channel Youtube yang diberi nama Inspirasi Pakde Aji. Unggahan video pertama di channel itu diwarnai dengan konten menarik, yakni Betah di Gereja Sampah, di Bukit Mukattam atau Jabal Mukattam.

Penelusuran Askara di akun youtube-nya, Wadubes Aji nampak semangat memperkenalkan channelnya dengan tampilan jaket merah ditambah kupluk tipis putihnya.

"Selamat datang di channel perdana gue, yang gue namain inspirasi Pakde Aji," ungkapnya membuka channel barunya tersebut yang diunggah pada 26 Januari 2020 ini.

Aji kemudian mengajak penonton untuk mengunjungi lokasi inspratif yakni Gereja Sampah, yang berada di Kampung Sampah Mukattam Kairo, di mana lokasinya merupakan wilayah yang dikelilingi oleh tempat-tempat pengelolaan sampah. Sehingga siapapun yang melewatinya tentu akan mencium bau sampah yang menyengat.

"Memang tempatnya agak penuh sampah sih, tempat pembuangan sampah, tempat pengolahan sampah dan baunya mulai menyengat. Kita nikmati saja," ujarnya.

Hingga tiba di titik tujuan, setelah melewati sejumlah tempat-tempat pengolahan sampah, Aji disambut dengan patung Yesus. Adapun seorang anak kecil sedang memainkan skateboard-nya dengan apik, ada juga yang sedang memanggul alat pembawa barang.

"Sebenarnya gereja sampah itu istilah kita, orang-orang Indonesia yang suka kemari karena lewat jalan-jalannya penuh sampah bilangnya gereja sampah," kata Aji.

Sebenarnya, kata dia, nama asli dari gereja sampah ini adalah Saint Simon The Tamer Church, dari nama tersebut terdapat dua gereja yang sama tua. Secara penampakan gereja ini berada di bawah bukit Mukattam bahkan tempatnya berada di dalam goa.

"Artistik sekali dan di sini banyak inspirasi yang bisa kita gali, semuanya berbahasa Arab karena tempatnya di Arab, jadi bahasa Arab itu bahasa dalam Alquran, tapi bahasa Arab baik yang muslim maupun non-muslim," tuturnya.

Penampilan gereja sampah ini, tidak seperti gereja biasanya. Gereja ini menampilkan artistik yang diukir di dinding bebatuan. Gereja pertama yang dimasuki oleh Aji ini juga sangat unik, nampak bagian depan pintu dan jendela serta dindingnya berada di bawah goa yang dibangun apik dan rapi dengan bebatuan.

Sementara itu di dalamnya ratusan kursi berjejer untuk para jemaat. Dominan warna putih menghiasi gereja tersebut. Aji juga menunjukkan salah satu ayat yang bermakna mendalam.

"Di sini disebutkan bahwa, kalau kita punya kepercayaan, punya iman, meskipun sekecil apapun kita bisa melakukan banyak hal. Termasuk memindahkan gunung, you are what you think," ucapnya.

Adapun yang ditunjukkan Aji terdapat ukiran di bebatuan di bagian halaman gereja bertuliskan "Ar rabb qarib" yang memiliki arti Tuhan itu dekat.

"Tuhan itu nggak ada di Arab, nggak di mana-mana, tapi sangat dekat-dekat dimana-mana. Kalau di Islam dikatakan lebih dekat dari urat leher kita," ujarnya.

Menyapa penontonnya dengan sebutan "Excellency", Aji juga menunjukkan bagian halaman gereja kedua di mana di bagian dalamnya, terdapat kursi yang begitu banyak bahkan bisa menampung jemaat sebanyak 20 ribu orang dengan desain yang sangat elok.

"Ini bukan teater, ini bukan tribun. Ini adalah gereja," ucapnya dengan salut.

Selain itu di bagian luar gereja ini, Aji menunjukkan ayat yang diukir di bagian dinding dengan makna dan arti "Hormatilah bapak dan ibumu" kemudian "Jangan sekali-kali membunuh, jangan berzinah dan jangan mencuri".

"Jangan nyuri, eh jangan Korupsi," singgungnya.

Farhat Kidrish Sosok di Balik Gereja Saint Simon The Tamer Church

Seorang pria yang mendampingi Aji bernama Om Mina mengaku takjub dengan keberadaan gereja ini. Ia menceritakan gereja ini berangkat dari cerita seorang yang merasa sebagai mahkluk Tuhan paling berdosa, bernama Farhat Kidrish.  

"Hingga akhirnya ia menemukan iman, iman Kristiani dan biasa menyendiri di sebuah goa. di Jabal Mukattam ini, hingga di situlah muncul gereja-gereja yang dibangun di dalam goa ini hingga dipahat sedemikian rupa," tutur Om Mina.

Diketahui, pahatan dan ukiran tersebut merupakan mahakarya dari seorang seniman asal polandia.

"Sampai betapa indahnya semua ini oleh seorang seniman Polandia, dan akhirnya menjadi salah satu kebanggaan warga Mesir, khususnya kristiani koptik, dari seseorang yang merasa dirinya putus asa dan gagal. Farhat Kirdish," ujarnya.

Aji pun kemudian anak-anak yang tinggal di sekitar Jabal Mukattam untuk berfoto bersama. Ia juga menutup petualangannya di tempat menakjubkan tersebut dengan sepatah motivasi.

"Inspirasi yang kita dapatkan hari ini adalah, kalau kita punya keyakinan. Kita bisa melakukan apa saja, tapi harus punya pengetahuan yang cukup, harus punya planning yang baik. Dan harus bekerja keras," pesannya.

Berikut link channel Youtubenya: https://www.youtube.com/watch?v=JSRVSm0NZiA

Komentar