Minggu, 21 Juni 2026 | 02:18
TRAVELLING

Pemerintah Diminta Desak WHO Nyatakan Virus Corona Berbahaya

Pemerintah Diminta Desak WHO Nyatakan Virus Corona Berbahaya
Ilustrasi Virus Corona. Foto Shutter Stock 1

ASKARA - Merebaknya virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei China telah menyebabkan dunia panik. Pasalnya sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Singapura, Taiwan, Thailand, Jepang, Nepal, dan Perancis, positif sejumlah warganya terpapar virus tersebut.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana meminta pemerintah Indonesia mendesak World Health Organization (WHO) untuk menyatakan bahwa virus corona adalah virus berbahaya, selain itu WHO harus segera menindaklanjuti bagaimana pencegahan penyebarannya.

"Pernyataan dari WHO ini penting sehingga pemerintah di berbagai negara termasuk Indonesia dapat melakukan antisipasi. Antisipasi ini salah satunya adalah mencegah berbagai maskapai penerbangan untuk tidak beroperasi sementara dari dan ke China," ungkap Hikmanto, Minggu (26/1). 

Hal ini ditekannya, mengingat di China warga yang terjangkit virus corona jumlahnya sudah sangat besar. Ditambah, jika penerbangan oleh berbagai maskapai terus dilanjutkan, maka ini akan mempercepat penyebaran virus. Apalagi banyak warga China yang ingin keluar dari negerinya sendiri. Namun pada saat ini pemerintah China telah melarang warganya untuk berpergian ke luar negeri untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona. Meskipun begitu, aai menegaskan agar WHO segera menindaklanjuti adanya virus ini.  

"Tanpa pernyataan dari WHO maka pelarangan oleh pemerintah suatu negara terhadap warga asal China akan dianggap sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia," tegasnya. 

Saat ini, kata Juwana, negara-negara hanya dapat waspada penuh dengan peralatan yang mampu mendeteksi demam tinggi ketika ada maskapai penerbangan yang membawa penumpang asal China. Padahal, belum tentu semua negara mempunyai peralatan yang canggih, bahkan tenaga medis yang cukup untuk mengisolasi warga yang terjangkit oleh virus corona. 

Komentar