Begini Ramalan Ahli Fengshui Tentang Bencana di Tahun 2020
ASKARA - Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia sejak malam pergantian tahun baru 2020 menjadi hal ternyata diramalkan dalam fengshui di tahun 2020.
Master Fengshui terkemuka di Indonesia, Xiangyi Hong menyebutkan bahwa elemen terkuat di tahun 2020 atau dalam penanggalan imlek adalah air.
"Kalau kita melihat, bahwa elemen air itu menjadi sangat kuat di tahun 2020, segala sesuatu dari lima elemen bisa menjadi sangat kuat berarti akan terjadi ketidakseimbangan elemen," ungkap Xiangyi kepada Askara, Jumat (24/1).
Ketidakseimbangan elemen di tahun 2020 ini, kata Xiangyi, bercermin dengan terjadinya hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia yang terjadi sejak awal Januari 2020.
Namun, bencana dari elemen air diyakininya tidak akan berlangsung lama. Sebab, akan ada bencana dari elemen lainnya yakni logam, kayu, api dan tanah yang akan menyeimbangkan bencana dari pada elemen air tersebut.
"Kalau elemen menjadi tidak seimbang, maka tentu akan hadir upaya alam untuk menyeimbangkan diri dengan elemen-elemen lain tersebut, ada aliran-aliran energi besar yang mendorong timbulnya bencana, misalnya tanah yang bergeser, dari anomali cuaca itu bisa saja terjadi. Karena memang tahun menunjukkan ketimpangan elemen," tuturnya.
Berdasarkan pengelompokkan waktu ramalan fengshui-nya terkait bencana, Xiangyi menyebutkan bahwa cuaca bergantung pada musim Indonesia yakni hujan dan panas.
"Jadi, biasanya pada awal dan akhir tahun cuacanya lebih dingin karena musim hujan, ditambah lagi hal-hal yang berkaitan dengan hujan atau air akan menimbulkan gangguan seperti banjir, dan lain-lain yang berkaitan dengan air," ungkapnya.
Dengan kondisi air yang begitu banyak, elemen air tersebut membutuhkan elemen api untuk menyeimbangkan. Secara rinci dari hasil fengshui-nya tersebut, Xiangyi menyebut, elemen api lebih seimbang pada tahun ini. Lantaran itu pada saat api timbul di tengah elemen air yang begitu mendominasi maka alam akan lebih seimbang.
Namun, jika kehadiran elemen api terlalu keras tentunya akan menimbulkan semacam gangguan yang berdampak pada elemen tanah yang juga ia ramalkannya terjadi akhir tahun 2020 ini.
"Tapi menurut saya gangguan pada tanah di tahun ini lebih di akhir tahun ini, misalnya longsor, gempa, atau tanah yang bergerak, dan lain-lain lah," ungkapnya lagi.
Sementara itu, efek dari elemen api sendiri diamatinya tidak akan terjadi separah tahun lalu, meskipun terkadang bencana kebakaran mengintai setiap tahunnya.
"Jadi, namanya bahaya api itu pasti tiap tahun ada, tapi di tahun ini khususnya di Indonesia mudah-mudahan tidak terjadi pada kebakaran yang parah," tandasnya.

Komentar