Candi Ceto Karya Leluhur Yang Luar Biasa
KARANGANYAR: Tiap kali mengunjungi sebuah candi, kekaguman saya tidak ada hentinya. Apalagi untuk Candi Ceto yang berada di lereng Gunung Lawu. Meski saya tidak paham ceritanya, tapi sangat mengagumi mahakarya yang ada.
Sering saya terduduk diam merenung memikirkan hingga membayangkan, niat banget membangun candi di ketinggian. Apa alasan utamanya? Dengan transportasi apa mengangkutnya? Yang bisa saya bayangkan mungkin dengan kuda atau sejenisnya, atau dengan seekor gajah? Pastinya dan semestinya jalanan yang dilewati adalah hutan belantara. Berapa lama waktu untuk menyelesaikannya. Pokoknya banyak deh yang saya tanyakan. Termasuk bagaimana dan dengan alat apa membuat Lingga Yoni.
Belum lagi kalau melihat relief yang ada, otak saya tidak mampu untuk menerka, dengan alat apa memahatnya? Bagaimana cara mengerjakannya?
Relief yang dibuat menggambarkan bentuk cerita kejadian dengan segala pernak-perniknya. Seperti sebuah alat pendokumentasian untuk menyampaikan sebuah pesan. Di jaman sekarang kita menggunakan majalah, foto dan film. Kira-kira mungkin begitulah fungsinya.
Tiba-tiba pikiran saya kok melintas liar, jangan-jangan dulu ada alat lebih canggih untuk bisa membuat itu semua? Jangan-jangan kita saja yang merasa modern dan pintar, tapi kenyataannya kita mengalami kemunduran? Hihihi, siapa yang tahu.
Ya bagaimanapun prosesnya, saya mengagumi karya-karya yang sungguh luar biasa itu, arsitekturnya indah, struktur bangunanya penuh pertimbangan hingga bisa bertahan ratusan tahun lamanya.
Budaya yang sangat tinggi. Mahakarya yang seharusnya kita hargai, dan semestinya kita lindungi.
Indonesia sungguh luar biasa.
Yanni Krishnayanni

Komentar