Bolehkah Mengirimkan Kartu Dengan Gambar Babi?
NETHERLANDS: Pada saat Tahun Baru di Eropa banyak sekali orang mengirimkan kartu ucapan selamat tahun baru dengan gambar Babi sebagai symbol keberuntungan.
Secara tidak sadar; saya telah mengirimkan gambar kartu Babi tersebut kepada salah satu saudara kita yang menilai bahwa Babi itu haram untuk mana saya telah mohon maaf kepadanya.
Bahkan salah satu rekan saya yang berbeda agama telah membatalkan hubungannya karena mengentahui bahwa sang Yayang itu Shio Babi, ia tidak mau dinilai memperistrikan Babi.
Bagi orang di Eropa maupun bagi orang Tionghoa Babi itu dianggap sebagai simbol keberuntungan dan ketekunan.
Kepercayaan akan tradisi bahwa babi itu pembawa Hoki sudah ada sejak jaman Rumawi & Yunani, sebab mereka menilai yang memiliki banyak babi adalah orang kaya.
Tahun 2019 adalah tahun Shio Babi yang berlaku s/d tanggal 24 Januari 2020, jadi sekarang ini masih tahun Babi.
Di Hong Kong banyak pramuria & wanita penghibur yang menyembah dan mendewakan Babi sebagai Dewa Pelindung mereka yang bisa memberikan banyak rejeki.
Babi yang mereka sembah itu adalah Dewa Siluman Babi – Chu Pa Kai (Zhu Bajie) yang memiliki hobi Playboy alias Senang Perempuan.
Walaupun gendut dan buruk rupanya, namun ia brah breh royal bingit kepada para perempuan, hal ini sangat disenangi oleh para cewek matre.
Oleh sebab itulah para pramuria tersebut mengharapkan agar bisa dapat langganan pria Hidung Belang (Babi) yang memiliki sifat seperti Siluman Babi Chu Pa Kai juga.
Di Taiwan maupun di Hong Kong ada Keleteng - Vihara khusus untuk menyembah Dewa Babi, namun di Vihara tersebut dilarang memberikan sesajen Panggang Babi. Mang Ucup

Komentar