Senin, 13 Juli 2026 | 14:59
TRAVELLING

Roh Gajah Mada Hijrah Dari Bali Ke Jawa

Roh Gajah Mada Hijrah Dari Bali Ke Jawa

JAKARTA:Pembangunan arca Maha Patih Gajah Mada dengan tinggi 30 meter dan lebar 9 meter sudah mencapai 100 persen. Patung terbesar ini bediri persis di depan Wisata Desa Bumi Mulyojati Mojopahit, Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Acara peresmian 8 Desember 2019 ini sedikit mengingatkan kita bahwa sejarah pusat peradaban kebangkitan Budaya Mojopahit pada dasarnya pertama di awali di wilayah Mojokerto Jawa Timur, dan ditokohi oleh Maha Patih Gajah Mada.

Isu yang dibangun oleh beberapa elemen terkait Maha Patih Gaja Mada tersebut pun akhirnya mengundang perhatian serius oleh pemerintah Mojokerto Jawa Timur dan Pewaris-pewaris Raja Nusantara untuk memonumenkan Arca Gajah Mada.

Hasil musyawarah kesepakatan beberapa elemen sejarahwan, masyarakat dan pemerintah setempat, juga dari golongan Raja-Raja Nusantara ikut serta juga dalam memberikan support yang sangat luar biasa, karena pada dasarnya peradaban Mojopahit, Trowulan di awali di daerah Mojokerto Jawa Timur.

Ikut serta hadir dalam peresmian Raja Ida Tjokorda Denpasar IX Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pamecutan, SH sekaligus Ketua Pemangku Raja-raja Nusantara dan beberapa tokoh spiritual kejawen serta Bupati Mojokerto.

Hal uniknya adalah pekerja yang mengerjakan patung ini merupakan tukang besi dan tukang batu.

Sesuai amanah melalui Forum Silaturahmi Seluruh Keraton se-Nusantara untuk membangun arca Maha Patih Gajahmada sedianya pada tahun 2005, namun baru bisa dimulai tahun 2016 terkait dengan pesan leluhur menggunakan dana pribadi untuk pembangunan arca tersebut.

Harapan setelah peresmian Arca Maha Patih Gajah Mada ini bisa membuat dampak yang positip bagi semua kalangan elemen bangsa untuk lebih memperbaiki nilai sejarah kedepan sebagaimana kembalinya kejayaan Nusantara.

Pembangunan arca Mahapatih itu juga tak sembarangan. Semua bagian patung mengandung nilai filosofis. Mulai dari tinggi badan patung, lebar dan juga perwujudan Patih Gajah Mada sendiri. Disisi lain ini merupakan manifestasi kembalinya Ruh Gajah Mada yang sudah 500 tahun di Pulau Bali hijrah ke tanah Jawa, sedangkan wujud arca ini merupakan wahana pemersatu bangsa. Ini pesan yang hendak dibawa sehingga membuat saya bangga menjadi anak asli Mojapahit.

Salam Nasionalis SatuHati

Masyanto

Ketua Umum

Gosong Cahyono Dhilogo/

Sekretaris Jenderal

Komentar