Senin, 13 Juli 2026 | 14:53
TRAVELLING

Olliebolen, Kue Tahun Baru di Belanda

Olliebolen, Kue Tahun Baru di Belanda

NETHERLAND: Aneh tapi nyata hampir 70% orang Belanda memiliki waktu makan malam yang sama antara pukul 18:00 s/d 19:30.

Begitu juga pada saat menjelang tahun baru, hampir semua waga Belanda pasti menyantap kueh Oliebolen atau kue gorengan yang berisi Kismis mirip Donat. Sedangkan asal muasalnya Olliebolen tersebut sebenarnya dari Portugal.

Konon menjelang akhir tahun 1890 Meneer van Dahlen seorang tentara Belanda yang sedang bertugas di Bandung ingin makan Olliebolen.

Ia minta dibuatkan oleh istrinya neng Cicih dari Tasik kueh Olliebolen. Namun mengingat neng Cicih tidak tahu resepnya Olliebolen.

Maka adonan kueh tersebut dicampur dengan tape dengan pikiran agar lebih gurih; disamping itu lebih hangat pula untuk cuaca di Bandung yang dingin. Maklum tape bisa menghangatkan badan. Dari situlah asal muasalnya kueh Peuyeum Bolen yang kita kenal sekarang ini.

Tape = Peuyeum itu di Belanda adalah santapan golongan menak atau the have atau wong sugih. Maklum harganya cukup mahal!

Misalnya kemarin kami bayar untuk satu besek 500 gr Tape = Euro 12,50 atau setara dengan harga enam kg ayam di Belanda, kalau di kurs jadi Rp 180 ribu.

Dari sejak kecil makanan paforit saya adalah tape (peuyeum). Entah dalam bentuk minuman, makanan ataupun kueh pasti selalu enak bagi saya.

Maka dari itulah juga setiap kali tiba di Bandung yang pertama diburu adalah Colenak (dicocol enak) – Tape Bakar.

Begitu juga apabila saya ke luar negeri entah ke Kamboja, Filipina, Thailand, bahkan India. Di sana selalu dicari Tape.

Di kebanyakan negara namanya masih tetap tapai. Namun di India mereka menamakan bhattejaanr sedangkan di Tiongkok disebut lao chao. Mang Ucup

Komentar