Selasa, 30 November 2021 | 13:03
TRAVELLING

Kejutan di Puncak Gunung Sikendil

Kejutan di Puncak Gunung Sikendil

JAKARTA: Gunung Sikendil atau mungkin lebih cocok disebut bukit ini memiliki ketinggian 1800 mdpl, memang tidak terlalu tinggi. Tapi memiliki view yang cukup menggoda saat cuaca cerah.

Begitu masuk kawasan Dieng, saya menuju lokasi melalui Desa Tambi dengan gerbang perkebunan teh Tambi. Dalam perjalanan saya menemukan basecamp pendakian Gunung Sindoro via Sikatok ataupun Sigedang.

Untuk ke Bukit Sikendil, saya via Sibajag berlokasi di Desa Sibajag, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Basecamp ditempuh lebih dekat dengan Kota Wonosobo dengan jarak tempuh sekitar 19 kilometer.

Di basecamp menyewakan gas, matras dan lain-lainnya. Cukup bawa badan kalau hanya mau sekedar tektok. Karena semua kebutuhan bisa di dapat di seputaran lokasi.

Untuk mencapai puncak Sikendil tidak dibutuhkan waktu yang lama, kalau cuma bawa air minum bisa di tempuh 30 menit. Bila bawa peralatan dan perlengkapan butuh waktu 1-1.5 jam. Dengan catatan kalau jalan ya hahaha, kalau berhenti dan mager ya butuh waktu lebih lama.

Tapi ingat, jangan lupa bawa jaket karena disini kabut dingin bisa tiba-tiba mucul dan bila musim hujan bawalah jas hujan. Sekuat apapun dirimu, safety tetap nomor satu.

Saya sendiri saat itu berniat ngecamp dan sudah membawa tenda, tapi begitu sampai dipuncak, aiiiih ada 1 warung tersedia. Hahaha, dan dengan cepat saya maju melangkah mendekat pada tiang bambu dekat warung, ingin tahu informasi tentang puncaknya. Sesampainya dekat tiang itu saya makin tertawa, ternyata tulisan yang saya kira info tentang puncak bertuliskan "Warung SIKENDIL"  lengkap dengan menu dan harga. Kejutan yang luar biasa menggembirakan tentunya. Ada Jagung bakar pula, dan rata-rata harganya juga masih masuk akal.

Ssssstttt! akhirnya, tenda tidak saya buka, ikut tidur nyempil di pojokan warung yang begitu luasnya.

Bener-bener pendaki di jaman milenial ini begitu di manjakan. Seperti halnya Gunung Semeru yang sekarang tiap pos ada warung dengan menu semangka, gorengan dan kawan-kawannya. Begitu juga dengan Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Gunung Gede via Gunung Putri, Gunung Slamet via Bambangan. Masih adakah gunung yang lain? Perlu di kumpulin nich daftar gunung penuh warung. jadi gak perlu bawa berat-berat dari rumah.

Cukup bawa uang 5000an kalau perlu segebog dan mendakilah pada hari Sabtu-Minggu, atau saat liburan sekolah, warung pasti buka, aman sentosa tanpa perlu pikir bawa persediaan logistik.

Nah, diperjalanan saya menemukan buah yang menarik, kebetulan ada seorang petani, saya diambilkan 6 buah untuk dibawa ke puncak. Nama buah ini di kenal sebagai buah Kimar,  daerah lain ada yang menyebut Terong Belanda. Rasanya asem seger, lumayan untuk pelepas dahaga dan usir kantuk.

Puncak ini cukup luas, bisa menampung 15-20 tenda, Gunung Sindoro sangat dekat dan jelas terlihat. Track menuju puncak sedikit lumayan terjal dan licin. Jadi meski Sikendil tidak terlalu tinggi tetaplah hati-hati. jangan pernah meremehkan yang terlihat rendah.

Salam satu jiwa

Yanni Krishnayanni

Pendaki Swara Ibu Asah Bangsa Indonesia (SIABI)

Komentar