Senin, 07 September 2026 | 20:35
LIFESTYLE

Menggapai Impian, Mencapai Satu Tujuan

Menggapai Impian, Mencapai Satu Tujuan

JAKARTA: Walau musim hujan, pendakian itu harus dilakukan. Berangkat dari rumah sedianya menurut map hanya butuh waktu 7 jam, nyatanya bisa dapat bonus angka yang sama, jadi dua kali lipat. Entah dilewatkan mana, google map juga kompak, tiba-tiba menghilang begitu saja. Membuat bingung pilih jalan yang mana dengan posisi diantara hutan di tengah malam, sepertinya sekalian uji nyali kali. Perjalananku kali ini memang benar-benar asyik.

Selain harus berputar, masih sempat diberi petunjuk. Ternyata melewati desa kecil dengan jalan naik turun berkelok tajam dan rusak. Sempat berpikir bingung, apakah ini jalan yang benar untuk dilalui ke tempat yang kutuju.

Terpaksa harus turun berhenti dan bertanya, komunikasi jaman dulu, ngopi, ngobrol untuk sebuah cerita dan petunjuk untuk meyakinkan kebenaran jalan yang dituju. Ini sudah makin langka, seolah mengingatkan diri pribadi. Komunikasi ini menjadi perlu.

Jalan panjang, berputar, naik turun terjal dan sebagian jalan rusak, ternyata itu jalan yang harus dilampaui untuk sebuah tujuanku. Ini bagian dari proses dan hanya perkara selisih waktu. Kuanggap itu latihan untuk mempersiapkan hati, pikiran dan keniatan.

Saat sudah sangat dekatpun, tidak hanya sampai disitu, pelarangan dan penggembosan  niatan dengan cara menyudutkan hingga mempengaruhi pikiran untuk ikut menjadi ragu juga menjadi bagian dari uji untuk menggapai impian. Ternyata ada latihan berikutnya, uji kesungguhan atas niat yang dimiliki.

Tapi bila kita punya keinginan kuat maka apapun rintangan, ataupun kata-kata yang melemahkan dan menyudutkan, jangan membuatmu surut dan ragu. Sabar dan perhatikan, jalan itu akan terbuka lebar.

Hanya satu yang harus kita tahu, tanda alam yang kita perlu. Bila alam yang memberi tanda, disitulah saatnya kita berhenti dulu, berarti hanya perlu menunda waktu. Jangan pernah memaksakan kehendak walau itu mimpi baikmu.

Dan bila niat serta tekadmu bulat, dan itu memang waktu yang tepat, maka tak seorangpun bisa menghadangmu, bahkan yang tidak pernah kita duga justru alampun akan membantumu diluar logika yang kita mampu. Menepis segala kekuatiran, menunjukkan kebesaranNya tanpa sempat kita berpikir dulu. Diberi cuaca cerah walau dimusim hujan. Mestakung.

Satu catatan paling penting menurutku, Kode atau Tanda Alam, dengarkan dan perhatikan selalu satu hal itu. Maka semua akan menjadi Selamat hingga pada tujuanmu.

Dengan melakukan sungguh-sungguh dan dengan bantuan doa dan pengharapan, akhirnya impian dan tujuan itupun terwujud. Thanks God, ini menjadi renungan penutup tahun.

"Apa yang tampak sulit dan tidak mungkin, ternyata bisa menjadi nyata, bila kita gigih dan tidak putus asa."

Salam satu jiwa. Yakin pasti bisa. Tujuan berikutnya sedang menanti.

Selamat menyongsong tahun baru 2020.

Yanni Krishnayanni

Komentar