Misteri Makhluk Astral Bantu Pendaratan Pesawat
JAKARTA: Saya termasuk orang yang tidak nyaman jika bepergian naik pesawat terbang, namun karena waktu yang terbatas, terpaksa harus menggunakan pesawat ke Semarang dari Bandara Soekarno Hatta bersama dua orang teman seperguruan tenaga dalam Rasa Jati.
Ketika pesawat lepas landas, saya lebih banyak diam, sehinga membuat teman seperguruan Dicky Tjitra yang duduk di samping tahu kalau saya takut naik pesawat. Diapun meledek saya dengan berbisik, "Kok diam aja? takut mati yaaa."
Saya pun hanya tersenyum saja.
Setelah terbang sekitar 50 menit, akhirnya pesawat tiba di wilayah udara Semarang, dan entah kenapa saat itu cuaca di Semarang hujan lebat disertai angin kencang membuat saya semakin tidak nyaman. Pada saat mendekati bandara untuk mendarat, tampaknya pilot agak ragu karena ketika hendak turun mendekati landasan, pesawat kembali naik.
Saya yang duduk di samping jendela dapat melihat keluar melalui kaca jendela. Suara mesin yang terasa berat dan berisik saat di angkat kembali mengudara membuat jantung saya makin berdebar, rupanya pilot kembali berputar untuk mencoba mendarat lagi untuk yang kedua kali, dan tampaknya pilot ragu lagi dan kembali mengudara kembali, suasana pesawat tampak hening tak ada suara sama sekali dari para penumpang, terasa mencekam.
Pada saat itu saya sempat melirik ke Dicky dan melihat mulutnya komat-kamit seperti berdoa, saya pun berbisik sambil tersenyum, "Bos kok komat-kamit mulutnya? Takut mati juga ya?"
Mendengar itu Dicky cuman nyengir saja. Dan pesawat berputar-putar menunggu di atas sampai kondisi aman untuk mendarat.
Pada saat itulah batin saya mengatakan untuk terhubung secara spiritual, dan saya mengucapkan doa bahasa roh secara batin dengan mata tertutup mencoba untuk hening dan membuka panca indra penglihatan. Pada saat berdoa tampak secara mata batin dari arah luar belakang pesawat sesosok makhluk astral dengan pakaian wanita berselendang ala penari Jawa, terbang ke depan pesawat tepat dimoncongnya mendampingi dengan selendang bergerak-gerak ditiup angin.
Tidak lama berselang hadir lagi dari arah belakang pesawat sosok makhluk astral pria berselendang ala penari seperti wayang orang, mendampingi di ekor pesawat, dan hujan angin badai itu pun reda sehingga pesawat bisa mendarat dengan selamat.
Pada saat mendarat dengan selamat semua penumpang bertepuk tangan. Saya pun mengucapkan terima kasih secara batin. Percaya atau tidak saya berpikir mungkin itulah penguasa wilayah udara di Semarang. Dan saya yakin itulah cara Tuhan bekerja menurut kehendak-Nya.
Cahaya Adi Wibowo
Praktisi Spiritual

Komentar