Yuk Makan Sate !
NETHERLAND: Hingga saat ini tidak jelas nama Sate itu berasal dari mana. Ada yang menilai berasal dari bahasa Tionghoa “Sa Tae Bak” yang berarti tiga potong daging. Namun hal ini diragukan, karena satu tusuk sate pada umumnya lebih dari tiga potong daging.
Ada juga yang menilai kata Sate itu berasal dari bahasa Tamil, sebab merekalah konon yang pertama kali menjajakan sate di Jawa sekitar tahun 1870.
Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.
Sedang versi lainnya Sate itu dilestarikan oleh Laksamana Cheng Ho. Mengingat Cheng Ho itu penganut Islam jadi wajarlah bahwa paa awalnya hanya ada sate daging kambing saja.
Saking nikmatnya sate akhirnya terdaftar sebagai peringkat ke-14 dalam World's 50 most delicious foods (50 Hidangan Paling Lezat di Dunia) melalui jajak pendapat pembaca yang digelar oleh CNN Gopada 2011. Setiap warga Belanda di Holland tahu arti kata Sate yang sudah diserap dari bahas Indonesia.
Hidangan internasional yang mirip sate antara lain Yakitori dari Jepang, Shish kebab dari Turki, Shashlik dari Kaukasia, Chuanr dari Cina, dan Sosatie dari Afrika Selatan.
Tidak ada negara di dunia ini yang sanggup menandingi Indonesia dari segi keragaman jenis sate. Di Indonesia minimum ada lebih dari 100 macam jenis sate, bahkan hingga kini belum ada yang dapat menulis secara pasti jenis macam sate apa saja yang ada di Indonesia.
Definisi Sate adalah daging yand ditusuk dan dibakar, tetapi ada juga sate yang tidak ditusuk dan dibakar, seperti Sate Balanga. Namun adapula yang ditusuk, tapi tidak dibakar seperti Sate Kere. Disamping itu ada juga Sate Burger !
Jenis sate ditentukan oleh bahan bakunya atau daging yang dipakai, dan juga bumbunya, sampai cara membuatnya, bahkan tempat dimana sate itu berasal.
Bahan baku sate bukan saja dari ayam, sapi, kambing, bebek, kelinci, tetapi juga dari udang, ikan, kerang, siput, kuda, anjing, ular, buaya (Balikpapan), tikus (Tomohon – Menado), ulat sagu (Papua), kalong, telur puyuh, burung, kura-kura, kera, biyawak, bekicot.
Pokoknya hampir semua jenis daging bisa dijadikan sate. Selain nikmat Sate Buaya dipercaya mampu menambah vitalitas bagi pria harganya Rp 50.000 per tusuk.
Jenis bumbu sate selain bumbu kacang dan kecap, juga dengan cabai hijau, cuka lahang (Sate Marangi), bumbu tempe (Sate Ambal), bumbu rujak (Sate Komoh), bumbu oncom (sate Kalong) bumu rempah (Sate Rembiga), kelapa parut (Sate Pusut), santan dan bumbu yang amat pedas (Sate Ampat), ada juga yang menggunakan 8 macam bumbu (sate Lilit) dan banyak lagi jenis bumbu-bumbu lainnya.
Lontongnya juga tidak selalu dibungkus dengan daun pisang, kalau Belanda dibungkus pakai plastik, tetapi di Lombok dibungkus dengan daun Aren (lontong Bulayak). Sedang di Surabaya ada sate kelapa Ondomohen. Lebih enak apabila dipanggang dengan arang dari batok kelapa.
Kalau sate dibakar dengan menggunakan Kipas Tradisional dagingnya akan jauh lebih lembut daripada menggunakan kipas angin listrik.
Penting bagi kesehatan setiap kali makan sate sebaiknya didampingi oleh ketimun, sebab dalam sate yang di panggang ada karbon dari hasil pembakaran arang dan pembakaran tersebut dapat menyebabkan kanker.
Maklum sate mempunyai zat Karzinogen (Penyebab Kanker). Dan Anda dapat mensterilisasi dengan Ketimun karena timun mempunyai peran bagus dalam pencernaan.
Mang Ucup

Komentar