Budaya Kamsiah Yang Terlupakan
NETHERLAND: Kata Kamsiah = Terima Kasih yang diserap dari bahasa Hokian.
Hanya sayangnya budaya Kamsiah atau budaya untuk berterima kasih ini belum banyak dipraktekan, bahkan telah dilupakan !
Cobalah renungkan kapan Anda terakhir kalinya mendapatkan ucapan Kamsiah dari sanak keluarga Anda?
Seorang dokter ahli bedah mengucapkan, bahwa ia sudah menolong ratusan orang dari cengkraman maut, tetapi kenyataannya mereka meninggalkan rumah sakit begitu saja tanpa sepatah katapun ucapan terima kasih.
Hal yang sama telah dialami oleh Tuhan Yesus dimana Ia menyembuhkan sepuluh orang penderita penyakit kusta, tetapi hanya satu saja yang balik untuk mengucapkan terima kasih kepadaNya. (Lukas 17:11-18)
Untuk ini banyak alasan yang bisa diberikan. Banyak orang berpikir buat apa saya mengucapkan terima kasih, karena itu kan sudah tugas mereka disamping itu sudah dibayar.
1001 macam alasan bisa diberikan untuk tidak mengucapkan ucapan terima kasih.
Tidak bisa dipungkiri menjelang akhir tahun ini akan banyak sekali hadiah maupun ucapan selamat Natal maupun Tahun baru akan kita terima, tetapi apakah kita akan punya waktu untuk balik mengucapkan ucapan terima kasih ?
Tanyalah sama diri sendiri, apakah Anda pernah mengucapkan "terima kasih" kepada pembimbing agama atas khotbahnya?
Apakah kita pernah mengucapkan terima kasih kepada supir maupun pembantu kita?
Apakah kita pernah mengucapkan terima kasih kepada istri atau ortu kita yang hari ini memasakan masakan yang enak untuk kita?
Pada umumnya orang mau mengucapkan terima kasih kepada orang yang lebih tinggi pangkat maupun derajatnya, tetapi merasa sungkan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang lebih rendah tingkatnya daripada kita.
Tetapi jangan lupa, hari ini kita berada diatas, namun tidak lama kita akan berada dibawah mereka, entah karena faktor materi, di pensiun maupun faktor kesehatan, dimana akan tiba saatnya kita membutuhkan bantuan mereka.
Jangankan kepada sesama manusia kepada Sang Pencipta pun banyak manusia yang ogah untuk mengucapkan terima kasih, dengan alasan apakah "dosa" kalau saya tidak mengucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta?
Bukankah sifat utama dari Sang Pencipta adalah kasih, ya wajarlah kalau Dia harus dan wajib mengasihi kita, kenapa kita harus mengucapkan terima kasih lagi kepada Nya.
Bahkan binatang seperti anjing dan kucing pun bisa mengucapkan terima kasih dengan caranya mereka, tetapi sayangnya manusia yang seyogiyanya jauh lebih pinter daripada binatang tersebut ternyata tidak mau dan tidak bisa mengucapkan terima kasih.
If you have nothing to be thankful for, make up your mind that there is something wrong with you alias Go-Block bin Gendheng.
Di Belanda hampir disemua supermarket, para kasirnya diwajibkan mengucapkan kata "Dank u wel" atau terima kasih.
Bahkan di Jepang maupun di Korea saya sering melihat ada orang yang khusus dikerjakan hanya untuk mengucapkan Arigatou Gozaimasu di depan pintu tokonya.
Saya akhiri tulisan ini dengan ucapan banyak terima kasih Sobat untuk kerelaannya dan waktu yang diberikan untuk membaca oret-oretan Mang Ucup ini.
Be careful for nothing; Be prayerful for everything; Be thankful for anything.
Giving thanks is a course from which we never graduate!
Mang Ucup

Komentar