Setahun Berlalu: Pray for Palu, Donggala dan Sigi
PALU: Bismillah, Apakah kau ingin tahu kotaku ?
Kau tahu dengan nama kotaku?
Sejak kapan kau mengetahuinya?
Sejak lamakah?
Apa sejak Pasha "Ungu" menjadi wakil Walikotanya.
Tahukah kamu? kotaku dijuluki "Mutiara di Khatulistiwa" saking indahnya teluk dan pegunungannya yang biru nan hijau.
Tempat melintasnya gerhana bulan dan matahari dengan sempurna.
Tempat melintasnya pula garis Khatulistiwa dengan indahnya... Negeri 3 dimensi, karena dapat dinikmati keindahannya dari laut, gunung dan daratan.
Negeri penghasil kerajinan Kayu Hitam "eboni" terbaik dunia.... Jika kau tahu kotaku.
Dari mana kau mengetahuinya?
Dari prestasinya kah?
Dari temanmu kah?
Atau dari viralnya musibah gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan rumah-rumah penduduk hingga menyeruduk ke dasar bumi, dengan meninggalkan korban jiwa yang tidak sedikit minggu kemarin?
Kau tahu ?
Nama kotaku, Palu.
Nama yg bukan hanya sekedar istilah.
Mungkin kau sudah mengenalnya lama jika hanya sekadar istilah.
Karena disamping keunikan namanya yang tak biasa, kau juga akan menyangka jika kotaku adalah penghasil kerajinan \'palu\' sama seperti sangkaanku ketika masih kecil dahulu.
Tapi setelah dewasa, saya jadi tahu jika nama kotaku bukan sekedar istilah.
Disinilah orang-orang kuat terbentuk.
Dan sekarang kami sedang dikuatkan, ditempa dari luar dan dalam lewat bencana gempa dengan kekuatan 7,4 skala richter... Keimanan dan kesabaran kami tengah diuji oleh sang Maha Perkasa Allah swt.
Kakek nenek ayah ibu anak saudara dan teman dipisahkan dengan satu kataNya "Kun" maka "Kullu man \'alaihaa faan" semua yang bernyawa lenyap seketika.
Ada yang tenggelam di dasar bumi.
Ada yang tersapu di atas bumi. Ada pula yang terseret di atas air bah. Dilarung ke laut dengan percuma.
Sedih, haru, takut, trauma, haus, lapar, perih, sakit bukanlah menjadi pilihan kami.
Apakah kalian tahu?
Kami sudah akrab dengan gempa sejak lama. Bahkan asal muasal nama kota Palu adalah "Topalu\'e" yg berarti "Tanah yang Terangkat".
Karena konon menurut tutur tetua kampung, daerah kami awalnya adalah lautan. Karena terjadi gempa dan pergeseran lempeng (Palu Koro) sehingga daerah yang tadinya lautan tersebut terangkat dan membentuk daratan lembah yang sekarang menjadi kota kami.
Bahkan menurut data statistik BNPB, Daerah kami sudah mengalami beberapa kali bencana gempa dan tsunami. Terhitung sejak:
1 Desember 1927 30 Januari 1930 14 Agustus 1938 1 Januari 1996 11 Oktober 1998 24 Jamuari 2005 17 November 2008 10 Agustus 2012 12 Januari 2015 28 September 2018
Kami tahu betul, bahwa kami hidup di atas cincin api yang sewaktu-waktu akan melenyapkan kami dalam hitungan detik.
Tapi hidup adalah pilihan.
Disinilah tanah leluhur kami. Disinilah nasib menyeret kami untuk bertahan hidup dengan kearifan lokal masyarakatnya. Disinilah Allah mentakdirkan hidup dan mati kami.
Memberikan contoh kepada dunia dari lembah dan teluk yang kecil ini, bahwa tak ada yang bisa melawan kehendakNya jika Ia Sang Maha Gagah Perkasa ingin menegur Negeri ini, bahkan Dunia ini, untuk kembali pada kehendakNya dan aturanNya lewat agama Samawi.
Jadi berhentilah kawanku. Berhentilah membuat berita-berita yang kau tidak ketahui sebab musababnya musibah yang menimpa kota kami. Apalagi menghubung-hubungkan dengan hal-hal yang tidak bermoral. Kami sudah terluka, air mata kami telah habis, bahkan keringat kami pun tak menghasilkan air kecuali uap yang terbang menguap ke udara, bercampur dengan bau amis bangkai saudara-saudara kami yang tertimbun dengan deritanya di perut bumi.
Sekarang kami memanggil. Memanggil siapa saja yang terpanggil hatinya. Seperti seruan sahabatku.
Ini soal: Kemanusiaan.
Kami tidak butuh identitas, agama, warna, dapil atau siapa pilihan Presidenmu!
Ini tentang apakah kau manusia atau bukan.
Kami masih sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan kalian. Datanglah dengan ikhlas kepada kami.
Seperti kamu mendatangi saudara kandungmu sendiri. Kami masih kedinginan di malam hari,
Kelaparan dan kehausan masih menjadi momok yang menakutkan bagi kami.
Bantulah aparat keamanan, medis, logistik sembako dan BBM yang sudah bekerja siang malam demi menyelamatkan kami.
Kami tahu. Pemulihan ini mebutuhkan waktu yang tidak cepat. Masih terbuka kesempatan yang panjang untuk proses pemulihan.
Berhentilah saling menghujat. Berhentilah saling menyalahkan. Marilah bersatu untuk Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya.
Semoga Allah swt. membalas amal kebajikan kita semua.
"Pray for Palu, Donggala dan Sigi"
Anna zs

Komentar