Senin, 07 September 2026 | 23:32
LIFESTYLE

Kiat Cari Jodoh Ala Milenial

Kiat Cari Jodoh Ala Milenial

NETHERLAND: Dengan adanya pasangan hidup ini akan menjadi lebih indah jadi tidak perlu menyendiri dan kesepian lagi, tetapi siapakah gerangan yang akan bisa mengisi kesunyian hati Anda pada saat ini?

Sebab yang menjadi problem utamanya ialah bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan pasangan yang sesuai dgn harapan kita? Bahkan terkadang boro-boro untuk bisa mendapatkan pasangan yang ideal kalho bisa ketemu jodoh azah udah bagus.

Maka dari itulah mulai hari ini mang Ucup akan menulis mengenai bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan pasangan hidup yang cocok, siapa tahu oret-oretannya mang Ucup bisa menjadi berkat dan juga bisa dijadikan pedoman untuk mendapatkan pasangan seiman, maklum usia mang Ucup yang sudah berada diatas 60 th pasti lebih banyak memiliki pengalaman hidup mulai dari pacaran s/d menikah.

Pertama apabila kita mencari pasangan hidup, apakah sebaiknya kita menggunakan "Nalar" ataukah menggunakan "Perasaan" ataukah lebih baik kita serahkan saja semuanya kepada Sang Pencipta sebagai "Takdir"?

Menggunakan "Nalar" berarti kita menggunakan dan memanfaatkan intelek kita. Hal ini bisa kita lakukan apabila kita mencari pasangan hidup berdasarkan kriteria lahiriah, yang kasatmata (visible) umpamanya orangnya harus cakep, body nya harus mulus, usianya masih muda, bertitel, berduit, masih perawan/bujangan.

Jadi mirip seperti mo beli mobil begitu: modelnya harus cakep, bodynya harus mulus, tahun nya harus muda, harus yang bermerek, murah harganya dan kalo bisa jangan yang seken, lebih diutamakan yang gres tulen gitu.

Tetapi pernahkan terenungkan oleh Anda bahwa hal-hal tersebut diatas ini; pada suatu saat "Pasti" akan pudar dengan sendirinya, yang muda akan menjadi tua, yang cantik akan menjadi peot dan jelek, sedang yang sekarang masih gres pada suatu saat harus turun mesin juga, apakah dengan demikian setiap tahun Anda akan selalu mau ganti istri/suami dengan yang lebih muda dan lebih cantik lagi, seperti halnya dengan ganti mobil?

Hal lainnya lagi yang seringkali saya dengar maupun baca, dimana mereka mengajukan persyaratan untuk calon pasangannya antara lain harus cerdas, baik hati, jujur, setia, penuh rasa kasih, sabar, sayang anak/suami/istri, jadi kalho bisa sih dapat copy atau kloningannya dari Yesus begitu.

Hanya yang menjadi pertanyaan siapa yang bisa mengadakan "Fit and Proper Test" untuk calon istri/suami kita. Siapa yang bisa memberikan sertifikat, bahwa pasangan kita benar-benar memiliki watak-watak tersebut diatas?

Pada umumnya diri kita sendirilah yang mengakui dan menyatakan, bahwa kita ini memiliki watak begini atau begitu, tetapi benar atau tidaknya sih wallahu alam, wong itu hanya penilaian diri sendiri.

Protes mang! Bukankah kita nantinya bisa mengetahui dan mengenalnya setelah kita pacaran beberapa saat lamanya, apakah si A atau si B itu benar-benar memiliki watak ini atau itu. Nonsen & it's only a dream, my friend!

Boro-boro yang baru kenal bebarapa saat; orang yang udah nikah ber-tahun-tahun sekalipun pun merasakan suami/istrinya itu masih tetap saja merupakan satu misteri yang belum terpecahkan.

Cobalah renungkanlah dengan akal sehat Anda, dengan mudahnya kita bisa setia dan jinak seperti merpati pada saat kita lagi dimabok cinta, tetapi setelah rasa cintanya hilang, apakah sifat setianya masih tetap dimiliki, apakah sifat sabarnya tidak akan berubah.

Ingat pada saat kita jatuh cinta, jantung hati pun kita bersedia berikan untuk sang kekasih, tetapi setelah menikah boro-boro jantung hati, uang ceceng pun kagak mo ngasih!

Tanya saja pada orang yang telah menikah, rasanya kok heran, pada saat ia pacaran dengan saya baiknya setengah ampun, ia mau dan bersedia melayani saya untuk melakukan apa saja dan tidak sekalipun pernah ngambek, begitu sabar dan begitu penuh perhatiannya sang kekasih terhadap diri saya, bahkan permohonan apapun juga tidak pernah ditolak olehnya.

Tetapi setelah menikah barulah kelihatan watak aslinya, betapa sadis dan betapa kasarnya sang kekasih, dari Arjuna ternyata bisa berubah menjadi Rahwana. Inilah fakta hidup.

Jadi kalo begitu, bagaimana dong caranya agar kita bisa mendapatkan suami/istri yang baik? Dan apakah Anda tahu bahwa untuk mendapatkan pasangan itu ada tarifnya?

Mang Ucup

Komentar