Selasa, 08 September 2026 | 00:18
LIFESTYLE

Cinta Di Atas Gunung

Cinta Di Atas Gunung

JAKARTA: Simbol ini sangat popular dan di kenal semua usia. Love, cinta...kenapa berbentuk hati? Menurut Wikipedia, Simbol hati adalah simbol yang sejak lama digunakan untuk menunjukkan spiritualitas, emosi, moral, dan pada masa lalu, juga sebagai pusat kecerdasan manusia.

Meskipun dalam bahasa Indonesia hati (simbolis) memiliki nama yang sama dan sering diasosiasikan dengan hati (biologis) atau liver, tetapi sebenarnya bentuk simbol hati ini menurut sebagian besar pendapat berasal dari bentuk jantung, dan di dunia barat (tempat simbol ini berasal), emosi disimbolkan berasal dari jantung alih-alih di hati seperti di Indonesia.

Memang semua itu sulit di jelaskan, yang kita tahu ada rasa. Rasa bahagia,  gembira, takut, sedih, tertekan, amarah, benci, dendam bahkan ada rindu yang tak tertahan. Bagaimana dia muncul? Semua itu berhubungan dengan keadaan di sekitar dan seringkali mempengaruhi perjalanan kehidupan.

Pada akhirnya memang tergantung pula pada diri ini untuk menerima dan meresponnya. Sulit untuk di jelaskan mana lebih dulu, otak ataukah hati yang berperan utama. Tiap pribadi berbeda, walau dia terlahir dan tumbuh besar pada keluarga dan tempat yang sama.  Seorang kembar pun walau wajah identik pasti ada beda sifat.

Karena tiap pribadi itu memang unik. Kita sendiri yang harus belajar untuk menerima dan mengerti, jangan menuntut orang lain yg mengerti diri kita. Terimalah, bila tidak cocok dengan pribadimu jauhilah. Jagalah hati tetap bersih dan jauhkan hati dari iri, dengki, amarah, benci serta dendam. Agar hidup tenteram.

Bila tiap manusia mengerti dan memahami tentang hal itu, maka dunia inipun akan tentram dan damai.

Sekiranya begitu. Maka itu sering kita dengar jaga hati, hati-hati untuk hal apapun, baik itu mau melakukan perjalanan, maupun untuk melakukan lainnya. Salam satu jiwa, semoga semua makhluk berbahagia.

Mulailah harimu dengan sukacita dan gembira. Di Gunung dan dimanapun kita bisa buat sukacita dengan penuh cinta.

Yanni Krishnayanni Pendaki Gunung Swara Ibu Asah Bangsa Indonesia (SIABI)

Komentar