Senin, 13 Juli 2026 | 18:14
TRAVELLING

Ada Makna Dalam Perjalanan Kita

Ada Makna Dalam Perjalanan Kita

JAKARTA: Perjalanan tidak selalu cerita tentang pendakian. Bisa juga hanya jalan-jalan di seputaran tempat tinggal.

Kapanpun dan kemanapun kita pergi, entah itu ke tempat sama yang pernah kita kunjungi, ataupun tidak. Bersama teman yang sama, atau bahkan seorang diri, selalu memiliki cerita tersendiri.

Benarkah?

Pastinya, sebagian besar orang akan mengamininya atau membenarkannya.

Segala sesuatu tidak akan pernah benar-benar sama, karena tiap detik diri kita sendiri bisa berubah, begitu juga dengan teman seperjalanan maupun keadaaan yang akan Kita jumpai. Kadang Kita temukan rintangan, kadang pula kita temukan banyak keindahan dan mendapat banyak kemudahan.

Apakah itu sesuatu yang aneh?

Jawabannya tentu tidak, semua wajar saja. Tergantung diri kita dalam menerima dan menyikapi apa yang ada di depan kita.

Terkadang, apa yang sudah kita rencanakan, bayangkan dan harapkan, belum tentu seperti yang kita pikirkan. Hanya ada dua hasil, yaitu : di bawah ekspektasi atau justru jauh tinggi melebihi kemampuan otak berpikir kita.

Kembali lagi pada pribadi, kata orang Jawa jaman dulu

"OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN" dan "OJO DUMEH"

Biasa-biasa saja, ambil hikmah positifnya, kurangi keluhan dan omelan.

Banyak hal mempengaruhi, baik itu kondisi maupun buah dari hasil perjalanan yang lalu. Apapun yang terjadi terimalah, karena selalu memiliki makna tersendiri.

Seperti kata GIE "Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa Kita bisa mengerti, tanpa bisa menawar, TERIMALAH dan HADAPILAH.....

GIE (M-007-UI)

Semua memang tanda tanya, persiapkan diri, dan tidak ada yang perlu di takuti. Gagal membuat kita belajar untuk berlatih, jatuh membuat kita berhati-hati, terima dan hadapi, jangan pernah berhenti dan patah hati apalagi menghindar lalu lari.

Kecuali kita memang mau olah raga pagi

Enaknya kemana nich...

Ke Kanan jauh amat, atau ke kiri aja

Salam satu jiwa

Yanni Krishnayanni, Pendaki Gunung Swara Ibu Asah Bangsa Indonesia (SIABI)

Komentar