Orangtua Wajib Tahu! Jenis Alergi pada Anak dan Pencegahannya
Alergi adalah suatu gejala yang timbul sebagai respons dari sistem imun tubuh terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya atau dikenal sebagai alergen. Umumnya, reaksi alergi terjadi setelah kontak langsung dengan kulit, terhirup, atau dimakan. Ada beberapa pemicu alergi pada anak, mulai dari makanan, obat-obatan, binatang, serbuk sari, debu dan jamur.
"Jika salah satu orang tua memiliki alergi, maka secara tidak langsung akan meningkatkan kemungkinan alergi sekitar 40-50 persen kepada anaknya. Sedangkan jika kedua orang tua mengalami alergi, maka kemungkinan anak akan mengalami alergi sebesar 80 persen."
dr. Melna Agustriani Purba, M.Sc., Sp.A
Dokter spesialis anak Siloam Hospitals Yogyakarta
Lantas, apa saja jenis alergi yang umumnya sering menimpa anak? Dilansir dari www.siloamhospitals.com, berikut jenis alergi pada anak.
1. Alergi makanan
Jika anak Anda mengalami gangguan usus, misalnya keluhan kram perut atau diare yang berulang, kemungkinan besar adalah tanda alergi. Alergi makanan biasanya diikuti dengan sakit kepala, kelelahan, dan perasaan gelisah. Beberapa jenis makanan yang umum menyebabkan alergi anak seperti susu, telur, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, kerang dan beragam jenis jeruk.
2. Alergi binatang peliharaan
Secara umum, pemicu alergi binatang peliharaan disebabkan oleh sel kulit mati, urine, air liur, dan bulu dari binatang tersebut. Gejala yang timbul adalah anak menjadi bersin-bersin setelah bermain ataupun memegang binatang peliharaan.
3. Alergi pada kulit
Kulit menjadi organ tubuh terbesar karena memiliki luas sekitar 2 meter persegi. Selain itu, kulit juga merupakan bagian dari sistem imunitas yang bisa bereaksi terhadap alergen. Biasanya, alergi kulit pada anak terlihat seperi eksim yakni bagian kulit tampak kering, merah, bersisik dan gatal. Gejala alergi kulit pada anak juga bisa berupa urtikaria (biduran) atau kondisi ketika kulit seperti memerah dengan jangkauan yang beragam, bisa di mulai dari titik kecil hingga besar.
4. Alergi pada hidung
Alergi pada hidung atau pernafasan terjadi pada sebagian anak yang berusia 2-3 tahun. Ada banyak gejala umum yang dialami anak, antara lain hidung gatal dan berair, hidung tersumbat, sering bersin, batuk berulang, mata merah dan berair, bernafas melalui hidung saat tidur, lingkaran gelap di bawah mata hingga kelelahan karena kurang tidur. Gejala-gejala tersebut berlangsung lebih dari beberapa minggu.
5. Alergi obat
Biasanya disebabkan oleh berbagai macam obat-obatan dan vaksin. Gejala ringan yang paling sering terjadi pada anak untuk alergi obat, antara lain gatal dan kemerahan di kulit. Namun, dalam beberapa kasus, anak bisa mengalami gejala yang berat seperti anafilaksis.
Pencegahan alergi pada anak
Untuk mencegah munculnya alergi pada anak, bisa dengan kurangi kontak atau paparan dengan alergen. Berikut hal-hal lainnya yang bisa dilakukan:
a. Alergi yang diakibatkan hirupan
- Tidak memelihara hewan berbulu atau unggas di rumah atau jika memiliki hewan peliharaan, usahakan tidak masuk ke dalam rumah.
- Tidak menggunakan karpet atau furnitur yang dilapisi kain.
- Membersihkan rumah secara teratur dan upayakan sedot debu minimal seminggu sekali.
- Membersihkan atau mencuci mainan anak setiap minggu dan hindari pilihan bahan bulu untuk mainan anak.
- Cuci seprei, selimut, sarung bantal/guling dengan detergen dan pemutih untuk membunuh tungau setiap minggu.
- Apabila ada anggota keluarga yang merokok, maka diminta untuk tidak merokok di rumah dan di mobil.
b. Alergi yang diakibatkan makanan dan minuman
- Menghindari makanan atau minuman yang pernah mengakibatkan gejala alergi pada anak.
- Menghindarkan makanan atau minuman yang berpengawet.
c. Alergi yang diakibatkan lain-lain
- Menjaga makanan pada tempat tertutup sehingga terbebas dari kecoa dan serangga yang lain.
- Untuk anak dengan penyebab alergi muncul saat udara dingin maka lapisi hidung dan mulut dengan kain atau menggunakan masker serta memakai baju tebal ketika diperlukan.
- Mengatur jadwal istirahat anak dan membatasi aktivitas fisik yang terlalu melelahkan.
- Restriksi atau pembatasan makanan untuk pencegahan alergi selama ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan, selama bayi tidak menunjukkan gejala alergi. Pencegahan yang paling baik adalah dengan memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan.
Yuk, tetap perhatikan tumbuh kembang anak dan reaksinya terhadap lingkungan sekitar untuk mengetahui alergi yang mungkin dialami anak. Kesadaran dan kepekaan Anda sebagai orang tua adalah langkah pencegahan terbaik bagi kesehatan dan kebaikan anak.

Komentar