ASKARA - Memasuki usia ke-26 tahun, Lembaga Swadaya Masyarakat Pijar Keadilan Demokrasi (LSM PIKAD) menegaskan komitmennya menjaga independensi, memperkuat advokasi, dan meningkatkan disiplin organisasi. Ketua Umum DPP LSM PIKAD, Prof. Dr. Hironimus Taime, SE, MBA, meminta seluruh jajaran melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam administrasi, keuangan, dan pelaksanaan program kerja.
Pesan tersebut disampaikan Hironimus dalam sambutan peringatan HUT ke-26 LSM PIKAD, Kamis (5/11/2026). Ia mengingatkan seluruh pengurus dari tingkat pusat hingga desa agar tetap memegang teguh motto organisasi, **"Katakan BENAR itu BENAR dan SALAH itu SALAH."**
Menurut Hironimus, integritas merupakan modal utama sebuah organisasi. Kepercayaan harus dibangun melalui konsistensi antara perkataan dan tindakan, bukan sekadar nama besar atau jabatan.
"Sebagai anggota dan pengurus, kata-kata kita harus dapat dipegang. Baik ketika berbicara dengan pejabat pemerintah, kalangan swasta maupun masyarakat. Jangan sampai tindakan kita mencemarkan nama baik organisasi," tegasnya.
Ia menjelaskan, selama kepemimpinannya bersama Sekretaris Jenderal Saud Mardongan, DPP PIKAD telah melakukan berbagai langkah advokasi dan administrasi, termasuk menyampaikan surat kepada Presiden dan sejumlah kementerian terkait persoalan bangsa.
PIKAD juga melakukan penertiban internal terhadap oknum pengurus yang dinilai melanggar AD/ART, kode etik, disiplin organisasi, dan kewenangan kepemimpinan resmi DPP.
Di bidang advokasi publik, PIKAD menyampaikan sikap terhadap sejumlah persoalan nasional, termasuk isu ijazah Wakil Presiden dan dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor telepon Presiden serta sejumlah pihak lainnya.
Organisasi ini juga mengirimkan surat terkait persoalan hukum yang diperjuangkan masyarakat melalui Mahkamah Agung, antara lain menyangkut masyarakat Jatikarya, Bekasi, dan masyarakat di Jayapura, Papua.
Transparansi Keuangan Jadi Pekerjaan Rumah
Salah satu perhatian utama Hironimus dalam momentum HUT ke-26 adalah lemahnya pengelolaan keuangan organisasi. Ia secara terbuka mengakui bahwa hampir 99 persen mekanisme arus kas organisasi belum berjalan sebagaimana mestinya.
Menurutnya, organisasi independen dan nirlaba seperti PIKAD tidak boleh bergantung pada gaji maupun bantuan pemerintah. Sumber pendanaan harus dikelola secara mandiri dan berasal dari sumber yang sah sesuai AD/ART.
Karena itu, ia menginstruksikan seluruh tingkatan organisasi mulai dari DPP, DPD provinsi hingga DPC kabupaten dan kota untuk membangun sistem keuangan yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Setiap bendahara diminta menyusun laporan berkala yang dilengkapi bukti penerimaan, pengeluaran operasional, pembelian barang, serta posisi saldo kas.
"Organisasi harus memiliki pertanggungjawaban keuangan yang jelas. Jangan sampai kita berbicara tentang keadilan dan transparansi kepada masyarakat, tetapi pengelolaan internal sendiri tidak tertata," menjadi penekanan dalam arahannya.
Lima Agenda Pembenahan Organisasi
Untuk memperkuat PIKAD ke depan, Hironimus menetapkan lima agenda utama, yakni penataan personel sesuai kebutuhan struktur organisasi, pembenahan administrasi dan pelaporan, penertiban keuangan, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi secara profesional, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa.
Ia berharap seluruh pengurus tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga menghasilkan karya nyata melalui advokasi, kemitraan, dan usaha mandiri.
Menurut Hironimus, organisasi bukan sekadar wadah atau simbol. Nilai sebuah organisasi ditentukan oleh manfaat yang dirasakan anggota dan masyarakat.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh keluarga besar PIKAD menjaga marwah para pendiri, khususnya R.O. Tambunan, SH, bersama rekan-rekan pendiri lainnya yang telah berjasa membangun organisasi.
"Jaga nama baik PIKAD dan marwah para pendiri. Kita yang masih diberi kesempatan harus berusaha membawa organisasi ini semakin dikenal melalui karya nyata di setiap tingkatan," pesannya.
Peringatan 26 tahun PIKAD menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus memperbaiki kelemahan internal. Hironimus berharap seluruh jajaran menjadikan integritas, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab sebagai fondasi perjuangan organisasi.
PIKAD memasuki usia ke-26 bukan sekadar untuk merayakan perjalanan panjang, melainkan untuk membuktikan bahwa organisasi masyarakat harus hadir dengan integritas, keberanian menyuarakan kebenaran, dan karya nyata bagi bangsa.
Dirgahayu ke-26 LSM PIKAD. PIKAD Jaya Selamanya!