Senin, 02 November 2026 | 01:37
NEWS

Mengapa Umat Katolik Ziarah Makam 2 November?

Mengapa Umat Katolik Ziarah Makam 2 November?
Umat Katolik melakukan ziarah ke TMP Cikutra Bandung (Dok Meinar)

ASKARA - Gereja Katolik memperingati tanggal 2 November sebagai Hari Raya Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman atau dikenal sebagai Hari Arwah. Perayaan ini menjadi momentum bagi umat Katolik untuk mengenang, mendoakan, serta mempersembahkan kurban Misa bagi saudara-saudari yang telah meninggal dunia.

Peringatan Hari Arwah mengingatkan umat bahwa kasih tidak berakhir ketika seseorang meninggal dunia. Dalam iman Katolik, kehidupan manusia tidak dilenyapkan oleh kematian, melainkan diubah. Karena itu, doa bagi mereka yang telah berpulang menjadi ungkapan kasih, kesetiaan, dan pengharapan akan kehidupan kekal bersama Allah.

Secara khusus, Gereja mengajak umat mendoakan jiwa-jiwa yang masih berada dalam proses pemurnian atau Api Penyucian, agar melalui kerahiman Allah memperoleh kebahagiaan abadi di surga.

Dalam peringatan ini, umat Katolik biasanya mempersembahkan intensi khusus dalam Misa Kudus dengan menyebut nama anggota keluarga, kerabat, maupun sahabat yang telah meninggal dunia.

Umat dapat menyerahkan nama-nama almarhum dan almarhumah melalui sekretariat paroki atau tautan pendaftaran, termasuk Google Form, yang disediakan masing-masing gereja.

Selain perayaan Ekaristi, sejumlah paroki juga mengadakan kegiatan ziarah dan pemberkatan makam di tempat pemakaman umum (TPU) maupun pemakaman Katolik. Tradisi ini menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berdoa, mengenang orang-orang terkasih, sekaligus merawat ikatan kasih yang tetap hidup dalam iman.

Dalam liturgi Hari Arwah, warna ungu digunakan sebagai simbol pertobatan, penyerahan diri, dan permohonan belas kasihan Allah.

Hari Arwah bukan sekadar mengenang kehilangan, melainkan juga meneguhkan harapan Kristiani bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya. Melalui doa dan perayaan Ekaristi, umat diajak menyerahkan jiwa-jiwa yang telah berpulang ke dalam kasih dan kerahiman Allah.

Bagi umat Katolik, mendoakan arwah merupakan salah satu bentuk kasih yang melampaui batas kehidupan dan kematian. Sebab, dalam iman, kasih persaudaraan tetap terjalin dalam persekutuan para kudus, dengan pengharapan akan kebahagiaan abadi bersama Tuhan.

 

 

Editor: Caecilia Eersta