Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:31
NEWS

Wisatawan Mancanegara Makin Sering ke Indonesia

Wisatawan Mancanegara Makin Sering ke Indonesia
Ilustrasi

ASKARA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2026. Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis pada 1 Oktober 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,59 juta kunjungan, meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 1,50 juta kunjungan. Secara tahunan, jumlah tersebut tumbuh sebesar 6,27 persen. Data ini memberikan gambaran mengenai perkembangan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada periode pengamatan terbaru.

Peningkatan juga tercatat pada jumlah kunjungan wisman secara kumulatif. Sepanjang Januari–Agustus 2026, jumlah kunjungan mencapai 10,58 juta kunjungan, naik 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau secara cumulative-to-cumulative (c-to-c). Capaian tersebut menunjukkan perkembangan jumlah kunjungan selama delapan bulan pertama 2026. Perbandingan secara tahunan dan kumulatif menjadi dua ukuran untuk mencermati perubahan kunjungan wisatawan mancanegara dalam rentang waktu yang berbeda.

Kunjungan wisatawan mancanegara merupakan salah satu indikator dalam menggambarkan aktivitas pariwisata nasional. Data ini mencatat kedatangan wisatawan dari luar negeri melalui pintu masuk yang tercakup dalam statistik. Informasi mengenai jumlah kunjungan dapat digunakan untuk melihat perkembangan kedatangan wisatawan pada periode tertentu, baik secara bulanan maupun kumulatif. Dalam publikasi Agustus 2026, BPS menyajikan perkembangan jumlah kunjungan sekaligus karakteristik wisman berdasarkan negara asal dan pintu masuk kedatangan.

Dari sisi negara asal berdasarkan pemegang paspor, Malaysia menjadi negara dengan kontribusi kunjungan wisman terbesar pada Agustus 2026, yakni sebesar 18,52 persen. Australia menempati posisi berikutnya dengan kontribusi 10,75 persen, disusul Tiongkok sebesar 10,16 persen. Ketiga negara tersebut menempati posisi teratas dalam komposisi kunjungan wisatawan mancanegara yang disajikan pada periode tersebut. Data ini memperlihatkan distribusi kunjungan berdasarkan negara yang tercatat dalam statistik.

Data negara asal menjadi salah satu aspek untuk memahami karakteristik wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Informasi berdasarkan pemegang paspor memperlihatkan negara-negara yang memiliki kontribusi besar dalam komposisi kunjungan pada bulan pengamatan. Dalam data Agustus 2026, Malaysia, Australia, dan Tiongkok menjadi tiga negara dengan persentase tertinggi sebagaimana tercantum dalam publikasi BPS. Angka tersebut menggambarkan distribusi kunjungan pada periode yang diamati dan tidak secara langsung menunjukkan perubahan jumlah kunjungan dari masing-masing negara dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain negara asal, pintu masuk kedatangan juga menjadi bagian penting dalam membaca persebaran kunjungan wisman. Pada Agustus 2026, Bandara Ngurah Rai tercatat sebagai pintu masuk dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni 685.956 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Bandara Soekarno-Hatta dengan 323.880 kunjungan. Sementara itu, Pelabuhan Batam mencatat 177.167 kunjungan. Ketiga pintu masuk tersebut menempati urutan pertama hingga ketiga dalam daftar pintu masuk wisman dengan jumlah kunjungan tertinggi pada periode tersebut.

Pada urutan berikutnya, Bandara Juanda mencatat 41.024 kunjungan, sedangkan Bandara Kualanamu mencatat 31.105 kunjungan. Kedua bandara tersebut melengkapi daftar lima pintu masuk dengan jumlah kunjungan wisman tertinggi pada Agustus 2026. Selisih kunjungan antara Bandara Juanda dan Bandara Kualanamu mencapai 9.919 kunjungan. Jumlah yang tercatat pada kedua bandara tersebut lebih rendah dibandingkan tiga pintu masuk yang berada di urutan sebelumnya.

Informasi mengenai pintu masuk melengkapi data berdasarkan negara asal wisatawan. Negara asal memberikan gambaran tentang komposisi kunjungan menurut pemegang paspor, sedangkan pintu masuk menunjukkan lokasi kedatangan yang tercatat. Kedua indikator tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam membaca statistik pariwisata. Dengan melihat keduanya, perkembangan kunjungan wisman dapat ditinjau berdasarkan karakteristik asal wisatawan dan distribusi kedatangan melalui pintu masuk yang tersedia dalam data.

Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 1,59 juta kunjungan, meningkat 6,27 persen dibandingkan Agustus 2025. Secara kumulatif, jumlah kunjungan selama Januari–Agustus 2026 mencapai 10,58 juta kunjungan atau tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Malaysia menjadi negara dengan kontribusi kunjungan terbesar berdasarkan pemegang paspor, diikuti Australia dan Tiongkok. Dari sisi pintu masuk, Bandara Ngurah Rai mencatat jumlah kunjungan tertinggi, yakni 685.956 kunjungan.

Data tersebut menjadi salah satu sumber informasi untuk mencermati perkembangan pariwisata Indonesia hingga Agustus 2026. Informasi mengenai jumlah kunjungan, negara asal, dan pintu masuk dapat dimanfaatkan dalam analisis statistik pariwisata serta pemantauan dinamika kedatangan wisatawan mancanegara. Penyajian data berdasarkan periode dan karakteristik yang berbeda memberikan gambaran terukur mengenai perkembangan kunjungan wisman ke Indonesia.

Editor: Husnie

Berita Terkait