ASKARA — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar kegiatan bertema Sinergi Program Rempah Lombok dan RELA CETING di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 13–14 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, orang tua baduta (bayi di bawah dua tahun), mahasiswa, dan remaja untuk memperkuat edukasi kesehatan keluarga, pencegahan masalah gizi, serta kesehatan reproduksi remaja.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, dimana pada hari pertama, tim mengadakan koordinasi lintas sektor dan pembekalan bagi kader, orang tua baduta, mahasiswa, serta duta remaja di Graha PPNI Lombok Timur.
Kegiatan Pengabdian ini dibuka oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI, Prof. Dr. Nani Nurhaeni, S.Kp., M.N., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghubungkan edukasi kesehatan dengan praktik pengasuhan, pemenuhan gizi anak, dan peningkatan kesadaran remaja.
Program Rempah Lombok berfokus pada pelatihan pembuatan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbahan pangan lokal, dengan memperhatikan usia, kebutuhan gizi, dan tekstur makanan anak.
Pelatihan dipandu oleh Dr. Fajar Tri Waluyanti, M.Kep., Sp.Kep.An., sementara para ayah baduta mengikuti diskusi kelompok yang didampingi Ns. Astuti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.An.
Pada hari kedua, pelatihan Rempah Lombok dilaksanakan di Puskesmas Sakra, Labuhan Haji, dan Rensing. Kader dilatih agar dapat mendampingi keluarga dan meneruskan informasi kesehatan di tingkat desa. Pelibatan ayah dan ibu menegaskan bahwa praktik pemberian makan anak membutuhkan dukungan seluruh keluarga.
Sementara itu, RELA CETING melibatkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Duta Generasi Berencana (GenRe) Lombok Timur.
Pembekalan membahas pencegahan pernikahan dini dan anemia pada remaja, dengan pemateri Ns. Baiq Fitria Frisma Lita, M.Kep., Sp.Kep.An., dan Ns. Apriani Susmita Sari, S.Kep., M.Kep.
Materi RELA CETING kemudian disampaikan oleh Duta GenRe kepada siswa SMA Birul Walidain dan MA Nahdatul Wathan Rensing Rajak.
Melalui edukasi sebaya, remaja didorong menjadi mitra penyebar informasi kesehatan, termasuk tentang gizi, anemia, dan perencanaan kehidupan berkeluarga.
Keberlanjutan program diharapkan ditopang oleh edukasi yang berkesinambungan, penguatan peran kader, serta replikasi materi kepada keluarga dan remaja.
Sinergi Rempah Lombok dan RELA CETING diharapkan memperkuat kolaborasi perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, kader, keluarga, dan generasi muda untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.