ASKARA-Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Indonesia, Fahri Hamzah, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Mariano Sabino, di Jakarta pada Senin (26/10).
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara. Menariknya, pertemuan kali ini mempertemukan kembali dua sahabat lama sejak dekade 1990-an yang berlatar belakang aktivis.
Selain bernostalgia atas persahabatan historis dan kedekatan geografis, kedua pejabat fokus mendiskusikan peluang kerja sama strategis serta pertukaran pengalaman dalam pembangunan perumahan rakyat yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.Dalam diskusi tersebut, Wamen PKP Fahri Hamzah memaparkan strategi Indonesia melalui Program 3 Juta Rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai wilayah, mulai dari perdesaan, perkotaan, kawasan pesisir, hingga pemukiman kumuh.
Mantan Wakil Ketua DPR ini menekankan pentingnya membangun sistem perumahan yang terintegrasi mencakup penyediaan lahan, tata ruang, pembiayaan jangka panjang, dan ketersediaan infrastruktur dasar.
"Pendekatan holistik ini diharapkan tidak hanya menyediakan unit rumah layak huni dan terjangkau, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Fahri Hamzah.
Sementara itu, Wakil PM Timor-Leste Mariano Sabino pada kesempatan iru menegaskan bahwa penyediaan perumahan rakyat erat kaitannya dengan penanganan kemiskinan, keadilan sosial, dan martabat masyarakat.
Mariano menegaskan rumah bukan sekadar bangunan fisik atau bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, melainkan pilar utama dalam meningkatkan kemandirian keluarga.
Oleh karena itu, Timor-Leste mendorong pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan lingkungan sehat, sanitasi, air bersih, serta pengembangan ekonomi perdesaan seiring dengan prioritas pembangunan infrastruktur dasar yang tengah berjalan di negaranya.
Dari pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa pembangunan sektor perumahan tidak dapat ditangani sebagai urusan fisik semata, melainkan membutuhkan komitmen kebijakan publik dan perencanaan lintas sektor.
Pengalaman Indonesia dalam menangani berbagai tantangan permukiman dapat menjadi bahan pembelajaran yang relevan bagi Timor-Leste. Perspektif bersamanya adalah memastikan bahwa setiap kebijakan perumahan benar-benar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat di kedua negara.
Sebagai langkah konkret ke depan, Indonesia dan Timor-Leste merencanakan penyelenggaraan diskusi atau seminar internasional untuk memperdalam pembahasan kebijakan perumahan dan mengidentifikasi kerja sama teknis yang lebih nyata.
"Tentunya didukung oleh hubungan harmonis antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmão, kerja sama ini menegaskan bahwa diplomasi kedua negara tidak hanya berjalan secara formal, tetapi juga berlandaskan persahabatan erat serta komitmen bersama untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat," kata Fahri Hamzah.(dry)