Kardinal Suharyo Perkuat Pelayanan Pastoral OCI di Makasar
ASKARA - Uskup Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI), Ignatius Kardinal Suharyo, melakukan kunjungan pastoral ke Makassar, Selasa (29/9/2026). Fokus utama kunjungan ini adalah memperkuat pelayanan pastoral bagi umat Katolik yang berdinas di lingkungan TNI dan Polri beserta keluarganya, sekaligus memperkokoh pelayanan OCI di wilayah Keuskupan Agung Makassar (KAMS).
Kunjungan tersebut juga menjadi momentum penting bagi pembentukan dan penguatan kepengurusan OCI KAMS. Kardinal Suharyo hadir untuk memberikan pendampingan sekaligus menegaskan bahwa pelayanan rohani bagi prajurit TNI dan anggota Polri membutuhkan struktur pelayanan yang dekat dengan umat, bersinergi dengan keuskupan setempat, serta memahami dinamika tugas kedinasan mereka.
Kardinal Suharyo tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bersama rombongan OCI. Ia didampingi Romo Kolonel (Purn.) Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, Pr., Wakil Uskup OCI; Letda Inf. Marianus Damian Kopong Miten, S.Fil., Romo Organik Akmil Magelang; serta anggota Dewan Karya Pastoral OCI, Letjen TNI (Purn.) Ign Yoga Triono, Mayjen TNI (Purn.) Ibnu Bintang Setiawan, dan Marsda TNI (Purn.) Joko Takarianto.
Turut dalam rombongan Kolonel Inf. Johanis V. Tethool, anggota OCI-Disbintalad; Kolonel Laut (E) Fransisco Deny, anggota OCI-Mabesal; Letkol (Sus) Martinus Prayitno, anggota OCI-Pusbintal TNI; serta Samuel Wahyu Rahmat Samodro dari Dokpen OCI. Rombongan kemudian diterima jajaran Keuskupan Agung Makassar bersama unsur TNI dan Polri.
Dari bandara, rombongan menuju Gereja Stasi Bunda Maria Mandai. Di tempat tersebut digelar Perayaan Ekaristi yang menjadi pusat kegiatan pastoral hari pertama. Dalam rangkaian tersebut dilakukan pengangkatan kepengurusan OCI KAMS, pemberian pataka, serta penandatanganan prasasti pembentukan OCI wilayah Keuskupan Agung Makassar.
Dalam homilinya, Kardinal Suharyo mengajak umat menjadikan Yesus sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Pesan tersebut menjadi penting bagi umat TNI dan Polri yang sehari-hari menghadapi tuntutan pengabdian, disiplin, serta tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
Kardinal menekankan, kepengurusan OCI bukan sekadar struktur organisasi. Para pengurus diharapkan menjadi bagian dari pelayanan nyata, mendampingi umat dalam kehidupan iman, termasuk ketika tugas kedinasan membuat mereka berada jauh dari keluarga maupun komunitas gerejawi.
Uskup Agung Makassar Mgr. Fransiskus Nipa turut menegaskan pentingnya kekuatan jasmani, mental, dan rohani dalam menjalankan pengabdian. Bagi umat Katolik yang bertugas di TNI dan Polri, kehidupan iman diharapkan menjadi sumber kekuatan dalam menjalankan tugas kepada bangsa dan negara.
Penguatan pelayanan pastoral itu kemudian dilanjutkan melalui perjumpaan dengan pimpinan TNI dan Polri di Makassar. Kardinal Suharyo bersama rombongan bersilaturahmi dengan Kapolda Sulawesi Selatan, kemudian mengunjungi Markas Kodau II Sultan Hasanuddin untuk bertemu Pangkodau II dan Markas Kosekhanudnas II Makassar untuk bertemu Dankosek II.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan karena pelayanan OCI berlangsung di tengah kehidupan kedinasan umat TNI dan Polri. Karena itu, pendampingan rohani membutuhkan sinergi antara OCI, keuskupan setempat, serta institusi tempat umat menjalankan tugas.

Komentar