Rabu, 30 September 2026 | 05:07
LIFESTYLE

Rumah Paritrana Resmi Dibuka, Bawa Jamu dan Kearifan Nusantara ke Sukoharjo

Rumah Paritrana Resmi Dibuka, Bawa Jamu dan Kearifan Nusantara ke Sukoharjo
Rumah Paritrana resmi dibuka di RT 01/RW 10, Kelurahan Gayam, Sukoharjo, Jawa Tengah (Dok Askara)

ASKARA — Kearifan pengobatan tradisional Nusantara kembali mendapat ruang di tengah masyarakat. Rumah Paritrana resmi dibuka di RT 01/RW 10, Kelurahan Gayam, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).

Rumah yang digagas Ikatan Paritrana Indonesia (IPI) tersebut hadir dengan konsep kebugaran berbasis ramuan tradisional Nusantara. Masyarakat yang hadir langsung memanfaatkan sejumlah layanan, mulai dari terapi pijat hingga sauna rempah.

Ketua IPI sekaligus penanggung jawab Rumah Paritrana, Bagus Hartawan S.Pd, mengatakan Rumah Paritrana dibangun bukan sekadar sebagai tempat terapi, tetapi juga untuk mengenalkan kembali resep dan ramuan warisan leluhur kepada masyarakat.

“Rumah Paritrana dibangun dalam rangka mengusung gaya hidup sehat, yang bertujuan sebagai ajang wisata Nusantara yang tentunya diharapkan akan bermanfaat untuk masyarakat secara kesehatan jasmani dan rohani dengan penanganan secara tradisional,” ujar Bagus.

Menurutnya, berbagai ramuan tradisional yang digunakan berasal dari kekayaan Nusantara. Ke depan, Rumah Paritrana juga akan dilengkapi dengan kafe jamu yang menyajikan minuman berbahan resep tradisional.

“Kita menggunakan ramuan-ramuan tradisional warisan leluhur Nusantara. Jadi dengan didirikannya Rumah Paritrana ini, semoga bisa menjadi kebermanfaatan bagi masyarakat secara pengobatan tradisional dengan resep-resep warisan dari Nusantara,” katanya.

Selain kafe jamu, Rumah Paritrana juga menyediakan terapis berpengalaman serta layanan sauna rempah yang disebut sebagai bagian dari konsep kebugaran tradisional yang dikembangkan IPI.

Peresmian Rumah Paritrana turut dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, S.E. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap keberadaan Rumah Paritrana di wilayah Sukoharjo.

Dandim Reza bahkan mencicipi minuman racikan rempah yang menjadi salah satu menu kesehatan di Café Yuge-Yuge Rumah Paritrana.

“Kita telah membuka Rumah Paritrana. Saya selaku Dandim Sukoharjo menyambut baik Rumah Paritrana ini, di mana menjadi tempat pengobatan bagi masyarakat di Sukoharjo. Pengobatannya secara alternatif jamu, sehingga proses penyembuhan itu dari tubuh,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan Rumah Paritrana dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kebugaran dan pengobatan tradisional.

“Saya mengucapkan selamat atas dibukanya Rumah Paritrana ini di kawasan Sukoharjo, semoga masyarakat bisa berobat atau menikmati tempat ini sebagai sarana penyembuhan ataupun pengobatan bagi yang membutuhkan,” ujar Reza.

Sementara itu, Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Guppi (UNDARIS) Dr. Drs. H. Hono Sejati, S.H., M.Hum., menilai kehadiran IPI melalui Rumah Paritrana merupakan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Hono, masyarakat membutuhkan berbagai pilihan dalam menjaga kesehatan, termasuk pendekatan yang berbasis kearifan lokal.

“Artinya apa, adaptif itu di tengah-tengah masyarakat yang serba membutuhkan tentang kesehatan, tetapi IPI hadir memenuhi kearifan lokal,” ujarnya.

Ia menilai pengobatan tradisional merupakan bagian dari kearifan lokal yang perlu dikembangkan dengan tetap memperhatikan regulasi dan ketentuan yang berlaku.

“Kearifan lokal adalah pengobatan nonmedis yang sangat diperlukan, sangat dibutuhkan, bahkan saat ini negara-negara maju seperti Cina pun kembali kepada kearifan lokal. Back to basic nenek moyang,” kata Hono.

Hono juga mendorong adanya dukungan regulasi dan komunikasi antara IPI dengan pemangku kebijakan agar pengembangan kearifan lokal di bidang kesehatan dapat berjalan secara tertib.

“Perlu adanya audiensi IPI dengan anggota dewan, bagaimana untuk IPI ini bisa berkembang dari adanya dukungan dari legislatif juga termasuk eksekutif itu sangat diperlukan,” pungkasnya.

Kehadiran Rumah Paritrana menjadi upaya IPI mempertemukan tradisi, kebugaran dan kekayaan rempah Nusantara dalam satu ruang yang lebih dekat dengan masyarakat.

Namun, layanan tradisional tetap perlu ditempatkan secara tepat sebagai pelengkap upaya menjaga kesehatan dan tidak menggantikan penanganan medis ketika seseorang membutuhkan diagnosis atau perawatan dokter.

 

Komentar