Sabtu, 26 September 2026 | 19:34
NEWS

206 Kg Jadi Penentu, Rahmat Erwin Rebut Emas dan Rekor Dunia

206 Kg Jadi Penentu, Rahmat Erwin Rebut Emas dan Rekor Dunia
Rahmat Erwin raih emas dan rekor dunia (Dok Buk)

ASKARA - Satu angkatan terakhir Rahmat Erwin Abdullah di Nagoya City Trade and Industry Center, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026), bukan sekadar mengunci medali emas. Angkatan 206 kilogram pada clean and jerk mengantarkan lifter Indonesia itu mencatat total 366 kilogram sekaligus menorehkan rekor dunia di kelas 75 kilogram putra.

Rahmat tampil di tengah persaingan ketat dengan lifter Korea Utara Ri Chong Song dan wakil Thailand Weeraphon Wichuma. Nomor 75 kilogram putra menjadi salah satu nomor yang dinantikan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Rosan Perkasa Roeslani turut menyaksikan perjuangan Rahmat dari arena pertandingan.

Persaingan sejak awal berlangsung ketat. Pada angkatan snatch, Rahmat membuka dengan 155 kilogram. Percobaan kedua seberat 158 kilogram berhasil diselesaikan dengan baik, sebelum ia menutup sesi tersebut dengan 160 kilogram.

Catatan 160 kilogram membuat Rahmat berada sejajar dengan Weeraphon Wichuma. Namun, Ri Chong Song lebih dulu unggul dengan 162 kilogram.

Dengan selisih hanya dua kilogram dari lifter Korea Utara tersebut, persaingan kemudian beralih ke clean and jerk. Di sinilah perebutan emas berlangsung semakin menegangkan.

Ri Chong Song membuka clean and jerk dengan 195 kilogram dan berhasil. Weeraphon mencoba 200 kilogram, tetapi gagal pada percobaan pertama sebelum berhasil pada kesempatan kedua.

Rahmat justru tampil tenang. Ia membuka clean and jerk dengan 201 kilogram dan berhasil mengangkatnya.

Ri Chong Song kemudian mencoba 202 kilogram, tetapi gagal. Percobaan ketiganya juga tidak berhasil. Dengan demikian, lifter Korea Utara tersebut menyelesaikan pertandingan dengan total 357 kilogram.

Weeraphon masih memiliki kesempatan. Ia mencoba 205 kilogram pada angkatan ketiga dan berhasil. Total angkatannya mencapai 365 kilogram, hanya satu kilogram di bawah catatan Rahmat.

Rahmat kemudian naik ke panggung untuk percobaan kedua. Beban 206 kilogram dipasang.

Angkatan itu berhasil dituntaskan.

Total 366 kilogram sekaligus memastikan emas untuk Indonesia dan membuat Rahmat mencatatkan rekor dunia baru pada kelas 75 kilogram putra.

Hasil tersebut juga menempatkan Weeraphon Wichuma di posisi kedua dengan total 365 kilogram, sedangkan Ri Chong Song berada di posisi ketiga dengan 357 kilogram.

Pengamat angkat besi yang juga mantan lifter nasional, Hadi Wihardja, sebelumnya menilai persaingan Rahmat dengan dua pesaing utamanya akan menarik karena keduanya datang dengan latar kelas berbeda.

Menurut Hadi, Ri Chong Song turun dari kelas 81 kilogram ke 75 kilogram. Perubahan kelas tersebut, menurut dia, perlu diperhitungkan ketika membandingkan catatan angkatan sang lifter Korea Utara.

“Meski Ri Chong Song berada di urutan kali ini, ia turun kelas dari 81 kg ke kelas 75 kg. Penurunan lebih dari 5 persen berat badan cukup signifikan mempengaruhi angkatannya,” ujar Hadi.

Hadi juga mencatat performa terbaik Ri Chong Song di kelas 81 kilogram sebelumnya mencapai 169 kilogram untuk snatch, 209 kilogram clean and jerk, dengan total 378 kilogram.

Sementara itu, Weeraphon Wichuma memiliki perjalanan berbeda. Lifter Thailand tersebut sebelumnya berlaga di kelas 73 kilogram dan kemudian naik ke kelas 75 kilogram.

“Di kelas 73 kg dengan angkatan terbaik snatch 156 kg dan clean and jerk 198 kg, serta total 354 kg,” kata Hadi.

Pertarungan di Nagoya akhirnya memperlihatkan bagaimana perbedaan kelas, catatan terbaik, dan strategi angkatan tidak otomatis menentukan hasil. Rahmat menjawab semuanya di atas panggung.

Dengan 160 kilogram pada snatch dan 206 kilogram pada clean and jerk, Rahmat Erwin Abdullah menutup pertandingan dengan total 366 kilogram, emas untuk Indonesia sekaligus catatan dunia baru di kelas 75 kilogram putra.

 

Komentar