Ketika Bangkai Kapal KM Virgo Menyimpan Jejak Kehilangan
ASKARA - Di dasar Laut Jawa, bangkai KM Virgo Transport 8 masih menyimpan ruang-ruang yang belum selesai diperiksa. Pada hari ke-10 operasi SAR, Selasa, 22 September 2026, tim penyelam gabungan berhasil menembus sejumlah kamar penumpang. Kaca jendela harus dipecahkan untuk membuka akses. Dari ruang yang gelap dan sempit itu, korban yang terjebak mulai ditemukan.
Bagi penyelam, setiap meter di dalam bangkai kapal adalah pekerjaan yang menuntut ketelitian. Arus bawah laut, cuaca, keterbatasan jarak pandang, kedalaman, dan struktur kapal yang telah tenggelam membuat pencarian tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa. Keberanian diperlukan, tetapi keselamatan penyelamat tetap menjadi batas utama.
Pada hari yang sama, tiga jenazah ditemukan dan dievakuasi ke daratan untuk proses identifikasi. Hingga Selasa, dari 243 orang yang tercatat dalam manifes, 108 orang selamat dan 18 orang meninggal. Sebanyak 117 lainnya masih dalam pencarian. Sehari kemudian, satu korban kembali ditemukan sehingga jumlah korban yang telah ditemukan menjadi 127 orang, sementara 116 masih dicari.
Di balik angka itu terdapat manusia yang belum kembali kepada keluarganya. Ada rumah yang masih menunggu kabar, telepon yang terus diperiksa, dan keluarga yang belum memiliki kepastian tentang nasib orang yang mereka cintai. Karena itu, operasi SAR bukan sekadar pekerjaan memindahkan angka dari daftar pencarian. Ia adalah usaha untuk mengakhiri ketidakpastian.
Penemuan korban di dalam kamar memberi arah baru bagi operasi. Bangkai kapal yang semula menjadi hambatan kini sekaligus menjadi petunjuk lokasi korban. Tim penyelam memusatkan perhatian pada ruang-ruang yang sulit dijangkau, dengan mempertimbangkan arus dan kondisi cuaca. Hari ke-11 operasi kemudian dilanjutkan dengan fokus pada bagian tersebut.
Di daratan, pekerjaan belum berhenti ketika jenazah tiba. Tim Disaster Victim Identification Polri menjalankan proses identifikasi menggunakan data yang diperlukan untuk memastikan identitas korban. Dari 18 korban meninggal yang telah ditemukan hingga 22 September, sembilan telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Bagi mereka yang menunggu, identitas bukan sekadar nama. Kepastian itu menjadi awal dari proses menerima kehilangan.
Basarnas sebelumnya memperpanjang operasi pencarian selama tujuh hari setelah evaluasi bersama unsur terkait. Pencarian juga diperluas dengan meminta masyarakat pesisir di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan sekitar Jawa melaporkan apabila menemukan korban yang diduga berkaitan dengan kecelakaan Virgo. Dukungan udara diperkuat untuk membantu pencarian dan evakuasi.
Namun, setelah seluruh korban ditemukan, masih ada pekerjaan yang tidak kalah penting: mencari jawaban tentang bagaimana kecelakaan itu terjadi. Kondisi kapal, cuaca, kesiapan awak, prosedur keselamatan, proses evakuasi, serta akurasi manifes perlu diperiksa melalui penyelidikan resmi. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak seharusnya dijawab dengan dugaan, melainkan dengan bukti.
Untuk sementara, pekerjaan paling mendesak masih berlangsung di bawah permukaan. Penyelam memasuki ruang yang gelap demi menemukan mereka yang belum kembali. Di atas laut, keluarga menunggu kepastian.
Bangkai Virgo kini bukan hanya lokasi sebuah kecelakaan. Ia menjadi ruang yang menyimpan jejak kehilangan, sekaligus tempat pencarian jawaban. Selama masih ada korban yang belum ditemukan, operasi itu belum selesai. Setiap orang yang berhasil dievakuasi berarti satu keluarga memperoleh kepastian. Dan setiap nama yang berhasil dipastikan berarti satu penantian panjang menemukan akhirnya.

Komentar