Selasa, 22 September 2026 | 23:46
NEWS

Lima Lamaran Belum Berbuah, Fadil Tak Menyerah Berburu Kerja

Lima Lamaran Belum Berbuah, Fadil Tak Menyerah Berburu Kerja
Rahmat Fadillah alias Fadil bersama para pencari kerja (Dok Ivan)

ASKARA - Lima lamaran kerja belum membuahkan hasil. Namun, Rahmat Fadillah alias Fadil, 21 tahun, belum menyerah. Lulusan SMK Negeri 61 Jakarta itu kembali mendatangi Job Fair 2026 di GOR Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (22/9/2026), demi satu harapan: mendapatkan pekerjaan.

Sebelumnya, Fadil telah mencoba peruntungan di Job Fair Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Lima lamaran sudah dikirim, tetapi belum satu pun membawanya pada pekerjaan baru. Dengan membawa CV, ijazah, dan kartu keluarga, ia kembali menyusuri peluang yang tersedia.

Bagi Fadil, mencari pekerjaan kini menjadi perjuangan yang jauh lebih berat dari perkiraannya. Padahal, ia mengaku telah memiliki pengalaman kerja sekitar tiga tahun di minimarket. Namun, pengalaman itu belum membuatnya mudah diterima perusahaan.

“Menurut saya sih, ini bener-bener kayak sulit banget. Sampai pergi ke daerah orang gitu, menurut saya kayak, ‘ternyata nyari kerja tuh sesusah ini ya’,” ujar Fadil.

Perjuangannya bahkan tak selalu berjalan mulus sejak perjalanan dimulai. Fadil mengaku pernah kesulitan membeli bensin ketika hendak berangkat ke Job Fair Cempaka Putih. Uang yang dibutuhkan hanya Rp10.000 hingga Rp20.000, tetapi saat itu ia tak berhasil mendapat pinjaman dari teman-temannya.

“Saya waktu itu cuma butuh Rp10.000 sampai Rp20.000 buat isi bensin. Tapi teman-teman saya juga enggak ada yang punya,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, seorang pengemudi ojek online datang membantu. Bantuan sederhana itu membuat Fadil bisa melanjutkan perjalanan untuk mencari pekerjaan.

“Saya benar-benar enggak ada duit sama sekali. Akhirnya ditolongin ojol,” tuturnya.

Pengalaman kerja yang dimiliki membuat Fadil berharap peluangnya diterima perusahaan cukup besar. Namun, kenyataan yang dihadapi sejauh ini belum sesuai harapan.

“Harusnya dengan pengalaman saya yang sudah tiga tahun ini saya kerja, harusnya sih 80 persen. Cuma tuh bener-bener sekarang kayak susah banget,” ucapnya.

Yang paling mengganjal bagi Fadil, ia belum mengetahui alasan lima lamarannya belum membuahkan hasil. Ia terus mempertanyakan kemungkinan kekurangan dalam proses melamar, tetapi belum menemukan jawabannya.

“Saya juga kayak masih nanya, ‘Mungkin salahnya di ini ya? Mungkin salahnya di situ?’ Dan sampai sekarang tuh enggak nemu jawabannya,” ungkapnya.

Lelah tentu dirasakan. Namun, bagi Fadil, berhenti mencari bukan pilihan. Setelah berbagai upaya yang belum berhasil, ia kembali melangkah masuk ke area Job Fair Cengkareng untuk mencoba kesempatan berikutnya.

“Masih berjuang. Ini saya mau ke dalam lagi,” kata dia.

Kisah Fadil menjadi potret personal seorang anak muda yang terus berusaha di tengah sulitnya memperoleh pekerjaan. Lima lamaran yang belum berbuah bukan akhir dari langkahnya. Di balik CV dan berkas yang dibawanya, ada harapan sederhana yang belum padam: mendapat pekerjaan dan kesempatan untuk melanjutkan hidup dengan lebih baik.

Komentar