Minggu, 20 September 2026 | 11:11
OPINI

Menghayati Fastabiqul Khoirot

Menghayati Fastabiqul Khoirot
Ilustrasi menghayati 'Fastabiqul Khoirot' (Dok RRI)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Secara bergurau namun serius atau sebaliknya serius namun bergurau, saya selalu dipanggil sebagai ayah oleh mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah yang kini menjadi Wakil Menteri Pengelola Keuangan Haji, DR Dahnil Anzar Simanjuntak. Dari anak saya tersebut, saya sebagai Nasrani memperoleh ajaran kearifan Islam menggetar sukma yaitu “Fastabiqul Khoirot”

“Fastabiqul khoirot" adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab yang berasal dari Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah (2:148) dan Surah Al-Maidah (5:48). Frasa ini memiliki makna mendalam, meninggi dan meluas, maka mohon dimaafkan bahwa saya memberanikan diri berupaya menghayatinya secara semantika, etimologi, dan tafsir teologis.

"Fastabiqul khoirot" secara semantika berarti "Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan". Kata "fastabiq" berasal dari kata "sabaqa" yang berarti "berlomba", dan "khoirot" berarti "kebaikan".

Secara etimologis, kata "fastabiq" adalah bentuk imperatif dari kata "sabaqa", yang berasal dari akar kata "s-b-q" yang berarti "berlomba" atau "mendahului". Kata "khoirot" berasal dari akar kata "kh-y-r" yang berarti "kebaikan" atau "kebajikan”

Dalam tafsir teologis filsafat Islam, "fastabiqul khoirot" memiliki makna yang luas dan dalam. Beberapa tafsir adalah antara lain :

- Berlomba dalam kebaikan: Frasa ini mengajak umat Islam untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, seperti beramal sholeh, beribadah, dan berbuat baik kepada sesama.

Mencari kesempurnaan: Frasa ini juga dapat diartikan sebagai ajakan untuk mencari kesempurnaan dalam iman dan amal, serta berusaha untuk menjadi lebih baik dalam setiap aspek kehidupan.

-Mengutamakan kebaikan: Frasa ini juga mengandung makna mengutamakan kebaikan dan kebajikan dalam setiap tindakan dan keputusan, serta berusaha untuk menghindari kejahatan dan keburukan.

Dalam filsafat Islam, "fastabiqul khoirot" juga terkait dengan konsep "ihsan" (kebaikan) dan "taqwa" (ketakwaan). Frasa ini mengajak umat Islam untuk menjadi orang yang baik dan takwa, serta berusaha untuk mencapai kesempurnaan dalam iman dan amal. Fastabiqul Khoirot yang saya terima dari ananda Dahnil merupakan kearifan Islam kedua setelah dari Gus Dur memberi saya kearifan yang terkandung di dalam Jihad al Nafs.

Sama sekali tidak ada mens rea  alias niat buruk pada naskah sederhana ini meski mohon dimaafkan bahwa naskah ini terkesan dangkal, sempit bahkan penuh kekeliruan. Mafhum saya memang insan awam maka pemikiran saya memang dangkal, sempit bahkan penuh kekeliruan. Saya tidak berlindung di balik Kelirumologi sebab Kriminologi bukan ilmu berbuat kriminal namun ilmu yang memelajari kriminal maka serta merta Kelirumologi juga sama sekali bukan ilmu berbuat keliru namun sekadar ilmu yang berikhtiar memelajari kekeliruan

 

Komentar