Minggu, 13 September 2026 | 19:32
NEWS

Asap Karhutla Menebal, Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masuk Zona Bahaya

Asap Karhutla Menebal, Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masuk Zona Bahaya
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Dok Pixabay)

ASKARA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak serius terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di beberapa daerah bahkan mencapai level sangat tinggi dan masuk kategori berbahaya bagi kesehatan.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (13/9/2026) pukul 16.00 WIB, sejumlah wilayah di Kalimantan mencatat konsentrasi PM2.5 pada tingkat berbahaya.

Palangkaraya menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, mencapai 1.103,3 µg/m³. Selanjutnya Kubu Raya tercatat 648,5 µg/m³, sedangkan Sintang mencapai 264,0 µg/m³. Ketiganya masuk kategori Berbahaya.

Sementara itu, Mempawah mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 249,2 µg/m³ dan berada dalam kategori Sangat Tidak Sehat.

Kondisi kualitas udara yang tidak sehat juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya. Pangkalanbun mencatat 96,7 µg/m³, Talang Betutu Palembang 82,6 µg/m³, Pekanbaru 73,9 µg/m³, Sorong 69,5 µg/m³, Muaro Jambi 69,0 µg/m³, Kototabang 64,4 µg/m³, dan Kota Jambi 59,0 µg/m³.

Sejumlah daerah lainnya berada dalam kategori Sedang, di antaranya Musi 2 Palembang dengan konsentrasi PM2.5 51,9 µg/m³, Medan 44,2 µg/m³, Bengkulu 38,2 µg/m³, dan Kotabaru 33,8 µg/m³.

Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikulat berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Kondisi udara yang buruk juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah dengan kualitas udara berstatus Tidak Sehat hingga Berbahaya untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikulat.

Kondisi ini kembali menjadi pengingat bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan dan kerusakan lingkungan. Ketika asap menyelimuti permukiman, dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui udara yang mereka hirup setiap hari.

Karhutla akhirnya bukan sekadar api yang membakar hutan dan lahan, tetapi juga ancaman yang ikut masuk ke ruang hidup dan kesehatan masyarakat.

 

Komentar