Kamis, 03 September 2026 | 18:03
NEWS

Ester Pingkan Akay: Jangan Ganggu Keharmonisan Keluarga Kami

Ester Pingkan Akay: Jangan Ganggu Keharmonisan Keluarga Kami
Ester Pingkan Akay bersama suami tercinta Maykel Damapolii (Dok Askara)

ASKARA - Tidak ada keluarga yang siap melihat keharmonisan rumah tangganya terusik oleh kabar yang dianggap tidak benar. Perasaan itulah yang dirasakan Ester Pingkan Akay, istri Wakil Ketua DPRD Manado Maykel Damopolii, setelah muncul unggahan di sejumlah grup Facebook yang menuding suaminya terlibat hubungan gelap dengan seorang perempuan bernama Tasya.

Unggahan yang disebut berasal dari akun Facebook Hardi Kawalu itu membuat Ester merasa perlu angkat bicara. Bagi dia, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut nama baik sang suami, tetapi juga menyentuh keluarganya yang selama ini berusaha menjaga keharmonisan.

“Tuduhan itu serampangan. Saya selama ini melihat suami menjaga keharmonisan keluarga. Pemilik akun itu juga tidak ada hubungan apa-apa dengan saya. Kenal pun tidak,” ujar Ester saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya, Rabu (3/9/2026).

Ester mengatakan dirinya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi prasangka di tengah masyarakat. Ia memilih memberikan klarifikasi secara terbuka sekaligus menempuh jalur hukum untuk memastikan persoalan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya akan bawa postingan liar ini ke Polda Sulut karena merusak nama baik keluarga saya,” tegasnya.

Sebagai bentuk klarifikasi, Ester juga membuat sebuah potongan video yang memperlihatkan dirinya bersama sang suami sedang menikmati sarapan pagi di sebuah restoran di Manado. Tidak ada suasana tegang dalam video tersebut. Keduanya justru tampak duduk berdampingan dan akrab sebagai pasangan suami istri.

Bagi Ester, momen sederhana itu menjadi cara untuk menunjukkan bahwa di balik hiruk-pikuk pemberitaan dan tudingan di media sosial, mereka tetap berusaha menjaga keluarga. Ia ingin masyarakat melihat persoalan tersebut dari sisi yang lebih manusiawi, bukan semata dari potongan unggahan di media sosial.

“Itu tidak benar. Berita itu hoaks. Saya memang merasa sedang ditarget untuk kepentingan orang tertentu yang ingin menjatuhkan nama baik suami saya,” katanya.

Ester berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial sebelum mengetahui kebenarannya. Menurut dia, sebuah unggahan mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk dibuat, tetapi dampaknya terhadap sebuah keluarga bisa jauh lebih panjang.

Ia pun memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum. Baginya, klarifikasi bukan semata-mata untuk membela diri, melainkan upaya menjaga kehormatan keluarga dari tuduhan yang menurutnya tidak berdasar.

“Kami hanya ingin keluarga kami tetap tenang. Kalau memang ada tuduhan, silakan dibuktikan melalui jalur yang benar. Jangan menghukum seseorang hanya karena sebuah postingan di media sosial,” tutup Ester.

 

Komentar