Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:37
NEWS

NHM Terjunkan Tim ERT Bantu Warga NTT Pascagempa M7,7

NHM Terjunkan Tim ERT Bantu Warga NTT Pascagempa M7,7
Tim ERT NHM siap membantu warga NTT pascagempa M7,7 (Dok NHM)

ASKARA - Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dengan menerjunkan tim Emergency Response Team (ERT) ke wilayah terdampak.

Tim ERT dari pengelola Tambang Emas Gosowong tersebut hadir membantu penanganan darurat pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Diberangkatkan pada 20 Agustus 2026, Tim ERT NHM bergabung dengan Tim ESDM Siaga Bencana untuk mendukung penanganan darurat dan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Tim tersebut terdiri atas Zakaria Barham sebagai ketua tim, Aristo Elly sebagai rescuer, serta Elia Samue Paliaky sebagai paramedis. Mereka membawa sejumlah perlengkapan penyelamatan (rescue) dan obat-obatan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Setibanya di lokasi, Tim ERT NHM berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Tim ESDM Siaga Bencana untuk memetakan kondisi serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat dan pengungsi.

Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan prioritas bantuan agar dukungan yang diberikan tepat sasaran. Selain menyalurkan obat-obatan ke posko medis, tim NHM turut membantu pelayanan kesehatan dasar dan memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Tim juga melakukan asesmen kerusakan dan kebutuhan darurat serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan dan langkah-langkah mitigasi bencana.

“Kehadiran kami di Nusa Tenggara Timur bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa kepedulian dan semangat kemanusiaan. Kami ingin masyarakat yang terdampak gempa merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Zakaria Barham.

Menurutnya, Tim ERT NHM berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat melewati masa sulit setelah bencana.

Di lapangan, tim menghadapi berbagai tantangan, antara lain akses jalan yang terdampak bencana, keterbatasan jaringan komunikasi serta kondisi cuaca yang berubah-ubah. Namun, koordinasi dengan pemerintah daerah, Tim ESDM Siaga Bencana dan para relawan membuat pelayanan medis serta penyaluran bantuan tetap berjalan.

Bagi NHM, keterlibatan Tim ERT di NTT merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan untuk hadir bersama masyarakat ketika menghadapi situasi darurat. Tim dijadwalkan menjalankan tugas hingga 26 Agustus 2026, membantu pelayanan dan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Bagi NHM, di tengah situasi bencana, yang terpenting bukan sekadar seberapa besar bantuan yang dibawa, tetapi seberapa cepat kepedulian hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

 

Komentar