Rabu, 26 Agustus 2026 | 02:21
NEWS

Wilayah Terisolir Jadi Prioritas, Satgas PRR Percepat Rehab-Rekon Aceh

Wilayah Terisolir Jadi Prioritas, Satgas PRR Percepat Rehab-Rekon Aceh
Safrizal ZA Kaposwil bersama Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika saat tinjau wilayah bencana terisolir di Aceh Tengah (Dok Barack)

ASKARA - Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana terus didorong di sejumlah wilayah Aceh yang masih mengalami keterisolasian. Kondisi medan dan kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama dalam membuka kembali akses masyarakat.

Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan wilayah seperti Pining dan kawasan Tengah Aceh membutuhkan perhatian khusus agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Menurut Safrizal, sejumlah pekerjaan pembangunan jembatan darurat saat ini dilakukan oleh TNI. Karena itu, koordinasi teknis antarpihak di lapangan perlu diperkuat untuk menghindari hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Penanganan jembatan darurat dikerjakan oleh TNI. Dalam hal ini perlu dilakukan penguatan koordinasi teknis di lapangan,” kata Safrizal, Selasa (25/8/2026).

Ia menjelaskan, beberapa jembatan darurat sebenarnya telah tersedia dan tinggal memasuki tahap pemasangan. Namun, kondisi geografis serta medan yang sulit membuat proses pengerjaan membutuhkan penanganan khusus.

“Beberapa jembatan telah disiapkan tinggal proses pemasangan. Rumitnya kondisi lapangan menjadi tantangan percepatan penanganan jembatan darurat seperti Pining,” ujarnya.

Pemda Diminta Bergerak Cepat

Safrizal menegaskan Satgas PRR terus berupaya memfasilitasi berbagai persoalan yang muncul dalam proses pemulihan di lapangan. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera ditangani.

Ia mendorong para kepala daerah di kawasan Tengah Aceh agar tidak menunda proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Menurutnya, percepatan diperlukan terutama untuk wilayah yang aksesnya masih terbatas.

“Satgas PRR memfasilitasi hambatan-hambatan di lapangan. Kami mendorong para kepala daerah wilayah Tengah Aceh melakukan percepatan rehab-rekon,” katanya.

Menurut Safrizal, keberhasilan pemulihan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Satgas PRR dan seluruh unsur terkait.

Karena itu, Satgas PRR akan melakukan monitoring khusus secara periodik di sejumlah wilayah terisolasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi hambatan lebih cepat sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur darurat dan proses rehabilitasi-rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Percepatan pemulihan menjadi penting agar masyarakat di wilayah terdampak tidak terlalu lama berada dalam kondisi terisolasi. Infrastruktur penghubung, terutama jembatan dan akses jalan, menjadi salah satu kunci untuk memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Komentar