Kualitas Udara Kubu Raya Masuk Kategori Berbahaya
ASKARA – Kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berada pada kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 266,8 µg/m³ pada Minggu (23/8/2026) pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan tampilan data kualitas udara BMKG, konsentrasi tersebut masuk dalam kategori "Berbahaya". Angka itu menunjukkan tingginya kandungan partikulat berukuran sangat kecil di udara yang dapat menjadi perhatian khusus bagi kesehatan masyarakat.
Grafik riwayat pengukuran pada 23 Agustus 2026 memperlihatkan konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi tercatat sekitar 130 µg/m³ dan kemudian sempat turun pada pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.
Namun, konsentrasi kembali meningkat mulai sekitar pukul 04.00 WIB. Nilainya terus naik pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, bahkan mencapai kisaran lebih dari 260 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB. Setelah sempat menurun, konsentrasi kembali berada pada level tinggi hingga pengukuran pukul 10.00 WIB.
BMKG menjelaskan, particulate matter (PM2.5) merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Pengukuran konsentrasi PM2.5 dilakukan menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring (BAM), dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Kondisi udara seperti yang tercatat di Kubu Raya juga perlu menjadi perhatian bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.
Masyarakat di wilayah Kubu Raya diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, terutama ketika konsentrasi partikulat berada pada level tinggi. Aktivitas di luar ruangan dapat disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara dan informasi resmi yang dikeluarkan instansi terkait.
Kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya masyarakat memantau kualitas udara secara berkala, terutama pada periode ketika konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan tajam.
Data BMKG pada Minggu pagi tersebut menjadi peringatan bahwa kualitas udara di Kubu Raya dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Dari kondisi yang sebelumnya berada pada kategori tidak sehat, konsentrasi partikulat meningkat hingga masuk kategori berbahaya dalam beberapa jam.
Redaksi Askara akan terus memantau perkembangan kualitas udara Kubu Raya berdasarkan pembaruan data BMKG dan informasi resmi dari instansi terkait.

Komentar