IKAL Lemhannas Salurkan Bantuan Rp60 Juta untuk Korban Gempa NTT
ASKARA - Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa tektonik bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keenam penanganan bencana, upaya tanggap darurat terus dilakukan pemerintah bersama berbagai komponen masyarakat. Penanganan meliputi pertolongan darurat, evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
DPD IKAL Lemhannas Nusa Tenggara Timur turut bergerak sejak hari pertama bencana. Ketua DPD IKAL Lemhannas NTT, Dr. Rofinus Netu Wuly, berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, kalangan gereja, TNI/Polri, serta berbagai unsur masyarakat dalam penanganan kondisi darurat.
Rofinus mengatakan, sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan berat, terutama fasilitas kesehatan dan tempat ibadah. Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan harus dilakukan di luar bangunan rumah sakit maupun di rumah-rumah warga.
“Beberapa sarana fasilitas publik rusak berat, terutama sarana kesehatan dan sarana ibadah. Dengan amat terpaksa pasien-pasien dilayani di halaman luar rumah sakit dan di rumah-rumah penduduk,” jelas Rofinus.
Tokoh agama tersebut juga menyampaikan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, khususnya warga Desa Lengkosambi. Kekhawatiran tersebut membuat kegiatan ibadah tetap dilakukan di ruang terbuka.
Misa Minggu, misalnya, tetap dilaksanakan meski berlangsung di lapangan di luar gereja. Warga memilih berada di lokasi yang lebih terbuka untuk mengantisipasi kemungkinan bangunan roboh akibat gempa susulan.
Masyarakat Desa Lengkosambi bahkan mengungsi ke kawasan perbukitan yang lebih tinggi karena khawatir terhadap gempa susulan maupun potensi tsunami. Untuk sementara, warga memenuhi kebutuhan secara mandiri karena bantuan dari luar belum sepenuhnya menjangkau lokasi tersebut.
Berdasarkan asesmen sementara DPD IKAL Lemhannas NTT, sejumlah kebutuhan mendesak warga meliputi tenda, terpal, tikar, bahan kebutuhan pokok, obat-obatan, serta sarana penerangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro menyampaikan keprihatinan sekaligus mengajak seluruh keluarga besar alumni Lemhannas untuk ikut membantu masyarakat terdampak bencana.
Purnomo meminta bantuan disalurkan melalui posko-posko yang telah didirikan pengurus DPD IKAL Lemhannas NTT di sejumlah lokasi terdampak. Upaya tersebut menjadi bagian dari kepedulian keluarga besar IKAL Lemhannas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat.
Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas juga mengapresiasi langkah cepat jajaran DPD IKAL Lemhannas NTT dalam melakukan penanganan dan penggalangan bantuan di lapangan.
Ia mendorong jajaran IKAL Lemhannas NTT terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai komponen masyarakat di wilayah tersebut. Salah satu bentuk kolaborasi telah dilakukan bersama STIPER Flores Bajawa.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Ketua Umum IKAL Lemhannas bersama Tim IKAL Peduli DPP Lemhannas menyerahkan santunan kebencanaan sebesar Rp60 juta pada Rabu (19/8/2026).
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak sebagaimana hasil asesmen yang disampaikan DPD IKAL Lemhannas NTT.
Penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi wujud solidaritas keluarga besar alumni Lemhannas terhadap masyarakat NTT. IKAL Lemhannas menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penanganan bencana melalui koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah serta seluruh unsur masyarakat di daerah terdampak.

Komentar