Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:27
NEWS

Ribuan Gempa Susulan Guncang Flores, 53 Orang Tewas

Ribuan Gempa Susulan Guncang Flores, 53 Orang Tewas
Peta gempa Flores (Dok BMKG)

ASKARA - Bumi Flores belum benar-benar tenang. Dua hari setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah Flores, ribuan gempa susulan masih terus terjadi. Hingga Senin (17/8/2026) pukul 11.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo M1,3 hingga M6,2.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 gempa memiliki magnitudo di atas M5, sementara 59 gempa susulan dirasakan masyarakat. Aktivitas seismik ini menjadi peringatan bahwa ancaman belum sepenuhnya berakhir dan masyarakat di wilayah terdampak masih harus meningkatkan kewaspadaan.

Gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan magnitudo pemutakhiran M7,7. Gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas tektonik Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault dan memicu tsunami di sejumlah wilayah.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan BMKG bergerak cepat setelah gempa terjadi. Peringatan Dini Tsunami pertama dikirimkan hanya 2 menit 16 detik setelah gempa, dengan status ancaman Siaga untuk potensi tsunami 0,5–3 meter dan Waspada untuk kurang dari 0,5 meter.

“BMKG telah mengirimkan Peringatan Dini 1 pada 2 menit 16 detik setelah gempa bumi dengan status ancaman SIAGA dan Waspada,” kata Wijayanto di Jakarta, Senin (17/8).

Tsunami Terdeteksi di 16 Lokasi

Dahsyatnya gempa tidak hanya terasa melalui guncangan. Hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan tsunami terdeteksi di 16 lokasi yang tersebar di empat provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Tsunami tertinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT, pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian mencapai 1,605 meter. Sementara tsunami terendah terukur di Bakalang, Alor, NTT, pukul 05.41 WIB dengan ketinggian 0,14 meter.

Peringatan Dini Tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB, atau sekitar 2 jam 31 menit setelah gempa utama.

Namun, berakhirnya peringatan tsunami bukan berarti seluruh ancaman telah berlalu. Ribuan gempa susulan yang terus terjadi menjadi tantangan baru bagi masyarakat dan tim penanganan bencana di lapangan.

53 Orang Meninggal, 137 Luka-luka

Dampak gempa M7,7 tersebut juga menelan korban jiwa. Berdasarkan pemantauan sementara BMKG dan informasi lapangan, 53 orang meninggal dunia dan 137 lainnya mengalami luka-luka.

Kerusakan terjadi di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur hingga Sikka dan Maumere. Tingkat kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga berat.

BMKG telah mengerahkan tim gabungan dari pusat dan unit pelaksana teknis untuk melakukan survei gempa merusak. Tim melakukan survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW), pemantauan gempa susulan, hingga verifikasi dampak tsunami.

“Survei ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan sekaligus mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana,” ujar Wijayanto.

Hasil survei nantinya menjadi bahan untuk pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak serta penyusunan rekomendasi rekonstruksi yang lebih aman.

BMKG: Jangan Dekati Bangunan Rusak

Di tengah ribuan gempa susulan, BMKG juga melakukan edukasi kepada masyarakat terdampak agar tidak panik sekaligus memahami risiko yang masih mungkin terjadi.

Masyarakat diminta tidak memasuki bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa, serta tetap mewaspadai gempa susulan.

BMKG memastikan pemantauan aktivitas seismik akan terus dilakukan dan informasi akan diperbarui secara berkala.

Masyarakat diminta memperoleh informasi hanya melalui kanal resmi BMKG, termasuk @infoBMKG, bmkg.go.id, inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

Flores belum sepenuhnya diam. Tanah masih bergerak, gempa susulan masih terjadi, dan kewaspadaan menjadi pertahanan pertama masyarakat menghadapi ancaman berikutnya.

 

Komentar