Prof. Zudan Pakai Baju Aceh di HUT RI ke-81: Obati Rindu Kampung Halaman Kedua
ASKARA– Ada pemandangan menarik dan penuh makna dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Senin (17/8). Kepala BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., tampil beda dengan mengenakan pakaian adat Aceh yang gagah: baju hitam dengan bordir emas khas Aceh dan Kupiah Meukeutop di kepala.
Saat ditanya alasan di balik pilihan baju adat tersebut, Prof. Zudan memberikan jawaban yang penuh haru dan sarat akan sejarah pengabdian.
"Nah ini pertanyaan yang menarik. Saya seminggu ini sedang rindu Aceh," ujarnya sambil tersenyum.
Rasa rindu itu bukan tanpa alasan. Prof. Zudan mengungkapkan ikatan batinnya yang sangat kuat dengan Tanah Rencong. Ia pernah bertugas di Aceh pada masa paling kelam, yaitu saat bencana tsunami dahsyat tahun 2004.
"Saya pernah bertugas di Aceh waktu 2004 saat tsunami Aceh dengan pimpinan-pimpinan Kemendagri pada waktu itu dan mahasiswa STPDN pada waktu itu," kenangnya.
Pengabdiannya di Aceh tidak sebentar. Bahkan, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri itu terlibat langsung dalam pembangunan pondasi syariat Islam di Aceh pasca-tsunami dan perdamaian Helsinki.
"Kemudian saya ikut serta mendesain Wilayatul Hisbah. Ikut serta menyusun Qanun Khalwat, Qanun Jinayat dan Qanun Khamr. Jadi agak lama saya terus berinteraksi dengan masyarakat Aceh," jelasnya.
Karena interaksi yang lama dan mendalam itulah, Aceh kini telah menjadi bagian dari dirinya.
"Maka hari ini untuk mengobati rasa rindu saya dengan Aceh, karena Aceh sudah seperti kampung halaman saya yang kedua, saya mengenakan baju Aceh ini," tutur Prof. Zudan.
Pesan untuk Aceh: Tetap Semangat, Jaga Indonesia, Jaga Aceh
Tak hanya bernostalgia, di momentum HUT RI ke-81 yang mengusung tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" itu, Prof. Zudan juga menitipkan pesan khusus dan penuh semangat untuk seluruh masyarakat Aceh.
Pesan tersebut terasa sangat relevan, mengingat dalam video yang dirilis BKN juga menampilkan footage relawan BKN dan warga yang sedang gotong royong membersihkan lumpur tebal sisa banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, serta penyaluran bantuan beras.
"Teman-teman di Aceh terus semangat. Jangan lupa jaga Indonesia, jaga Aceh, sejahterakan dan bahagiakan rakyat di seluruh wilayah Provinsi Aceh," pungkasnya dengan penuh semangat.
Aksi Prof. Zudan mengenakan baju adat Aceh di upacara nasional ini menjadi simbol kuat persatuan dalam kebhinekaan. Bahwa di tengah keberagaman adat dan budaya dari Sabang sampai Merauke, seluruh ASN dan rakyat Indonesia adalah satu, saling menjaga dan saling merindukan sebagai sesama anak bangsa.
Upacara HUT ke-81 RI di BKN sendiri berlangsung khidmat dan meriah dengan hiasan balon merah putih dan diikuti oleh seluruh pegawai BKN yang juga mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara.

Komentar