Senin, 17 Agustus 2026 | 05:53
NEWS

Pawai Obor HUT RI 81 di Cirebon, Prof. Rokhmin: Potensi Alam RI Tak Terhingga, Tapi Belum untuk Rakyat

Pawai Obor HUT RI 81 di Cirebon, Prof. Rokhmin: Potensi Alam RI Tak Terhingga, Tapi Belum untuk Rakyat
Prof. Rokhmin Dahuri (foto noli)

ASKARA - Suasana Taman Nuansa Majasem, Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu malam (16/8/2026) bercahaya dan penuh khidmat. Ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja hingga anak-anak, tumpah ruah mengikuti Pawai Obor Kemerdekaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pawai obor tersebut dilepas langsung oleh Anggota DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. Kegiatan ini tidak hanya sekadar pawai, namun dirangkai dengan momentum religius: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara, serta Tausiyah Kebangsaan yang disampaikan langsung oleh Prof. Rokhmin.

Acara yang berlangsung di komplek perumahan elit yang dihuni banyak akademisi itu dihadiri sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag. (Rektor USK Majalengka), Prof. Sugianto, Dr. Aip Syarifudin, H. Abdul Basit, M.Ag., Dr. Editya, Ketua RW 15 Rudi Setiantono, S.H., Ketua Panitia Dr. Arip Amin, M.Pd., serta dua anggota DPRD Kota Cirebon, Sarifudin Liek Zaman, S.H., dan Aldyan Fauzan Ramadlan Sumarna, S.M.

Tausiyah Pedas: Kekayaan Melimpah Tapi Dikuasai Oligarki

Dalam sesi tausiyah kebangsaan, politisi PDI Perjuangan yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001-2004 itu menyampaikan refleksi kritis 81 tahun Indonesia merdeka.

Dengan nada tegas, Prof. Rokhmin mengatakan Indonesia sejatinya sangat bisa menjadi negara maju dan kaya raya. Pasalnya, potensi kekayaan alam yang dimiliki tak terhingga.

“Indonesia bisa menjadi negara maju dan kaya, karena kita punya potensi kekayaan alam sangat melimpah. Indonesia punya tambang batubara, nikel, emas, timah, tanah yang subur dan kekayaan laut tak terhingga. Potensinya ada, tapi semua itu belum tergali dan untuk kemakmuran rakyat. Kekayaan yang ada justru dikuasai para oligarki,” tegasnya di hadapan warga.

Alumni SMAN 2 Kota Cirebon yang pernah dinobatkan sebagai Dosen Teladan I Tingkat Nasional tahun 1995 itu menilai, akar masalahnya adalah Indonesia belum dipimpin oleh sosok yang hebat dan luar biasa. Sosok pemimpin yang mampu menggali segala potensi dan kekayaan yang ada dan hasilnya benar-benar untuk kemakmuran rakyat.

Beberkan 4 Syarat Jadi Negara Maju

Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini kemudian membeberkan empat syarat mutlak agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berkembang dan menjadi negara maju:

Pertama, harus ada konsep pembangunan yang jelas dan dilaksanakan secara konsisten dan baik.

Kedua, rakyat Indonesia harus unggul dalam Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketiga, kondisi politik yang stabil dan aman.

Keempat, pemimpin yang cerdas, berintegritas, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan golongan.

“Meski belum jadi negara maju dan rakyatnya belum sejahtera, Indonesia harus tetap bersyukur sudah merdeka 81 tahun. Kita wajib berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah bersyukur, lalu introspeksi atau muhasabah. Kemudian, kita tatap masa depan dengan rasa percaya diri. Kita songsong masa depan yang lebih baik,” paparnya.

Pawai Berlangsung Meriah dan Aman

Sementara itu, pawai obor kemerdekaan sendiri berlangsung lancar, aman, dan penuh antusiasme. Api obor yang menyala beriringan menyusuri kawasan Taman Nuansa Majasem menjadi simbol semangat perjuangan 1945 yang tak pernah padam.

Acara semakin meriah dengan lantunan nyanyian bernuansa Islami dari ibu-ibu serta penampilan kreasi seni dari anak-anak warga setempat. Cahaya obor di malam itu tidak hanya menerangi jalan, tetapi juga menjadi doa bersama agar Indonesia di usia ke-81 tahun benar-benar bisa menjadi negara yang Berdaulat, Adil dan Makmur sesuai tema resmi pemerintah.

 

Komentar