Warga Linge Desak Pemerintah Lanjutkan Jalan Strategis Jamat-Aceh Timur Pasca Bencana
ASKARA - Warga Kemukiman Wihni Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mendesak pemerintah pusat melanjutkan pembangunan terobosan jalan penghubung Jamat–Lukup Serbejadi, Aceh Timur, sepanjang sekitar 68 kilometer. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk membuka keterisolasian wilayah, memperkuat mitigasi bencana, serta mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Aspirasi itu disampaikan melalui surat resmi Imam Mukim Wihni Dusun Jamat, Ilias Pasa, kepada Presiden RI dan Wakil Presiden RI tertanggal 6 Agustus 2026 dengan nomor 06/MKM/WDJ/2026.
Dalam surat tersebut, masyarakat mengajukan tujuh usulan prioritas pembangunan bagi lima desa di bawah Kemukiman Wihni Dusun Jamat. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kelanjutan pembangunan jalan Jamat–Lukup Serbejadi serta pengaspalan ruas jalan Owaq–Jamat sepanjang 26 kilometer.
"Kami memohon kepada Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden untuk mempertimbangkan dan mengabulkan permohonan kami ini. Atas perhatian dan bantuan Bapak, masyarakat Mukim Wihni Dusun Jamat mengucapkan terima kasih," tulis Ilias Pasa dalam surat tersebut.
Selain pembangunan jalan, masyarakat juga mengusulkan pembersihan lahan persawahan terdampak bencana hidrometeorologi seluas 431 hektare, pembebasan sekitar 3.000 hektare kawasan HPH konservasi untuk mendukung pengembangan perkebunan rakyat, pengadaan lima unit ekskavator untuk masing-masing desa, pembangunan tiga masjid, serta pelestarian Situs Makam Reje Linge dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp488 juta.
Surat tersebut ditembuskan kepada sejumlah kementerian dan pemerintah daerah, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, Gubernur Aceh, Bupati Aceh Tengah, hingga pemerintah kecamatan dan desa.
Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Zam Zam Mubarak, membenarkan telah menerima tembusan surat tersebut. Menurutnya, aspirasi mengenai pembangunan akses jalan penghubung ke Aceh Timur sebelumnya juga telah disampaikan langsung masyarakat kepada Wakil Presiden saat kunjungan kerja ke wilayah Linge.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan jalan Jamat–Lukup Serbejadi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi jalur strategis yang dapat mempercepat mobilitas warga, membuka akses ekonomi, dan menjadi jalur alternatif distribusi logistik ketika terjadi bencana.
"Konektivitas antarwilayah sangat penting, terutama bagi daerah yang kerap menghadapi tantangan bencana alam. Jalan ini diharapkan menjadi urat nadi ekonomi sekaligus mendukung percepatan penanganan darurat jika terjadi bencana di masa mendatang," kata Ilias.
Masyarakat berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap usulan tersebut agar wilayah pedalaman Aceh Tengah semakin terhubung dan pembangunan dapat dirasakan lebih merata hingga ke kawasan terpencil.

Komentar